{"id":4497,"date":"2022-02-15T11:43:01","date_gmt":"2022-02-15T11:43:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4497"},"modified":"2022-02-15T11:43:01","modified_gmt":"2022-02-15T11:43:01","slug":"densus-88-polri-tangkap-empat-terduga-teroris-di-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4497","title":{"rendered":"Densus 88 Polri Tangkap Empat Terduga Teroris di Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jateng \u2013 Densus 88 Antiteror Polri menangkap empat terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Tersangka berafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (Jl).<\/p>\n<p>\u201cPolri dalam hal ini Densus 88 AT, melakukan penegakan hukum terhadap empat orang anggota kelompok JI,\u201d kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Selasa (15\/2\/2022).<\/p>\n<p>Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, keempat terduga teroris telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah RAB, AJ, N, dan M.<\/p>\n<p>Khusus RAB, AJ, dan N, kata Ahmad, merupakan hasil pengembangan anggota JI yang dikenal dengan Sasana.<\/p>\n<p>\u201cPengungkapan kantong pembentukan dan pengembangan anggota JI yang dikenal dengan Sasana, pengungkapan tersebut membuahkan hasil penangkapan terhadap 3 (tiga) orang tersangka,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara satu tersangka lainnya, yakni M ditangkap dari hasil pengembangan dari seorang tersangka berinisial S pada Agustus 2021 lalu. Kata Ahmad, penangkapan tersebut disertai temuan barang bukti.<\/p>\n<p>\u201cDi mana pada saat penegakan hukum saat itu kita dapati BB berupa senjata api Jenis M16, 2 pucuk jenis FN dan 1 pucuk jenis Rev rakitan serta lebih dari 100 butir amunisi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>(Redaksi TTI-Linenews)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jateng \u2013 Densus 88 Antiteror Polri menangkap empat terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Tersangka berafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (Jl). \u201cPolri dalam hal ini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4498,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,47,41,51,44],"tags":[],"class_list":["post-4497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kepolisisan","category-nasional","category-peristiwa","category-sosial"],"views":196,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4497"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4499,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4497\/revisions\/4499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}