{"id":4112,"date":"2022-01-15T12:54:26","date_gmt":"2022-01-15T12:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4112"},"modified":"2022-01-15T12:54:26","modified_gmt":"2022-01-15T12:54:26","slug":"erick-tohir-akan-lakukan-finishing-terakhir-pembubaran-pln","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4112","title":{"rendered":"ERICK TOHIR AKAN LAKUKAN &#8220;FINISHING&#8221; TERAKHIR PEMBUBARAN PLN !"},"content":{"rendered":"<div>Oleh : Ahmad Daryoko<\/div>\n<div>Koordinator INVEST.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Langkah Menteri BUMN untuk membentuk Sub Holding PLN di sisi Pembangkit,\u00a0 Ritail (Distribusi), dan Transmisi (Kompas.com 12 Januari 2022) sejatinya merupakan &#8220;grand design&#8221; dari &#8220;The Power Sector Restructuring Program&#8221; atau PSRP gagasan IFIs (WB,ADB, IMF) sebagai &#8220;Follow Up&#8221; dari LOI 31 Oktober 1997 yang kemudian &#8220;dijiplak&#8221; menjadi &#8220;The White Paper&#8221; Kebijakan Restrukturisasi Sektor Ketenagalistrikan oleh Departemen Pertambangan dan Energi RI 25 Agustus 1998.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dalam &#8220;White Paper&#8221; sub bab Program &#8220;Unbundling&#8221; PLN Jawa-Bali\u00a0 disebutkan bahwa,<\/div>\n<div><\/div>\n<div>1). Butir 46.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pembangkitan PLN Jawa-Bali akan diserahkan ke IPP swasta. Begitu juga Distribusi (termasuk ritail) juga akan diserahkan ke swasta. Selanjutnya Pembangkitan dan Distribusi di Jawa-Bali akan menginduk ke sub holding bernama Perusahaan Listrik Jawa-Bali\u00a0 (PLJB). Tetapi Sub Holding ini tidak akan terlibat dalam operasional, perencanaan, dan pembangunan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>(Sub Holding yang membawahi Pembangkitan dan Distribusi itulah yang akan dibikin Menteri BUMN saat ini, pen).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>2). Butir 47<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Fungsi Transmisi Jawa-Bali dan dispatch (pembagi\/penyalur, seperti PLN P2B, pen) akan di alihkan ke Sub Holding Perusahaan Transmisi Jawa-Bali (PTJB).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>3). Butir 43 (belum diumumkan Pemerintah, pen).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sebagai pengganti PLN Luar Jawa selanjutnya akan dibentuk Perusahaan Listrik Wilayah (PLW) yang selanjutnya akan dibentuk anak2 perusahaan sebelum diserahkan ke Pemda setempat sebagai BUMD seperti PDAM.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>4). Butir 48.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setelah PLJB,PTJB dan PLW terbentuk maka PLN Holding hanya tersisa sebagai Unit Kecil yang mewakili Pemerintah untuk mengurusi PPA (Power Purchase Agreement ) antara PLN dng seluruh IPP sebelum selanjutnya akan diserahkan ke Sub Holding diatas.<\/div>\n<div>Selanjutnya Unit2 Penunjang seperti Jasa Teknik Kelistrikan, JASDIK, PPM, PPE\/JASEN dll diserahkan ke instansi lain atau dijual.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>5). Butir 107.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pembentukan Lembaga Independent yg berfungsi sebagai :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>a. Pengatur System (System Operator).<\/div>\n<div>b. Pengatur Pasar (Market Operator).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Akan ditetapkan dalam UU Ketenagalistrikan (dalam hal ini adalah UU No 20\/2002 tentang Ketenagalistrikan tetapi dibatalkan MK melalui putusan No. 001-021-022\/PUU-I\/2003 tanggal 15 Desember 2004, pen).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>CATATAN :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Itulah &#8220;grand design&#8221; dari &#8220;The White Paper&#8221; ( yang di &#8220;jiplak&#8221; dari konsep &#8220;The Power Sector Restructuring Program&#8221;\/PSRP nya WB,ADB,dan IMF), yang kemudian menjadi Naskah Akademik lahirnya UU No 20\/2002 tentang Ketenagalistrikan tetapi di batalkan MK dng putusan diatas serta UU No 30\/2009 tentang Ketenagalistrikan (pengganti UU No 20\/2002) tetapi pasal &#8220;Unbundling&#8221; nya dibatalkan MK dng putusan No 111\/PUU-XIII\/2015 tanggal 14 Desember 2016.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tetapi Pemerintah dan DPR RI tiba2 menerbitkan lagi UU No 11\/2020 tentang Cipta Kerja Kluster Kelistrikan yang &#8220;menghidupkan&#8221; lagi\u00a0 UU Ketenagalistrikan yang sudah dibatalkan MK diatas !<\/div>\n<div><\/div>\n<div>KESIMPULAN :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>1). Langkah Menteri BUMN yang akan membentuk Subholding Pembangkit, Transmisi, maupun Distribusi\/Ritail diatas adalah melanggar Putusan MK baik putusan tahun 2004 maupun 2016. Yang semuanya hanya mengadopsi &#8220;pesan sponsor&#8221; Peng Peng Oligarkhi sebelum Pilpres tahun 2024 !<\/div>\n<div><\/div>\n<div>2). Langkah2 Menteri BUMN diatas akan menuju kompetisi penuh kelistrikan atau MBMS (Multy Buyer and Multy Seller) System dimana Pemerintah tidak bisa meng intervensi tarip listrik lagi , dengan cara apapun , termasuk subsidi !<\/div>\n<div>Yang akan berakibat naiknya tarip listrik ber lipat lipat, dan yang tidak mampu bayar listrik terpaksa kembali ke lilin, teplok, sentir dan seterusnya seperti Negara tetangga Philipina !<\/div>\n<div><\/div>\n<div>3). Dalam kondisi seperti itu Jokowi hanya bisa bilang, &#8220;bukan urusan saya !&#8221; . Atau , &#8220;oke saya urus (dengan hutang dari China , tentunya), tetapi tolong saya kasih kesempatan tiga periode&#8230;hehehe !&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJIUUNN !<\/div>\n<div><\/div>\n<div>JAKARTA, 15 JANUARI 2022.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Ahmad Daryoko Koordinator INVEST. Langkah Menteri BUMN untuk membentuk Sub Holding PLN di sisi Pembangkit,\u00a0 Ritail (Distribusi), dan Transmisi (Kompas.com 12 Januari 2022)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4113,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"views":235,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4114,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4112\/revisions\/4114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}