{"id":3989,"date":"2021-12-30T09:46:07","date_gmt":"2021-12-30T09:46:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3989"},"modified":"2021-12-30T09:47:29","modified_gmt":"2021-12-30T09:47:29","slug":"tim-dvi-serahkan-7-jenazah-korban-apg-gunung-semeru-kepada-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3989","title":{"rendered":"TIM DVI Serahkan 7 Jenazah Korban APG Gunung Semeru Kepada Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong> -Surabaya \u2013\u00a0Sebanyak 7 Jenazah korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru telah diserahkan kepada keluarganya. Hal ini disampaikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kamis (30\/12\/2021).<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan. Total keseluruhan yang telah diterima TIM DVI ke posko, ada 38 kantung jenazah dengan 9 kantung body part.<\/p>\n<p>\u201cJadi Yang telah diperiksa sudah ada 47 kantung. Teridentifikasi, ada 35 jenazah, yakni 25 laki-laki, 10 perempuan. Sedangkan yang belum teridentifikasi dan masih proses, ada 3 jenazah, 2 laki-laki dan 1 perempuan, sisahnya 8 kantung adalah body part.<\/p>\n<p>Untuk data antemortem, yang sudah masuk 76 data dan ada 33 sampel DNA yang sudah diambil dari 27 keluarga. DNA posmortem ada 20 sampel DNA, \u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim menambahkan.<\/p>\n<p>Sebanyak 7 jenazah yang sudah teridentifikasi, melengkapi 35 jenazah yang sudah teridentifikasi seluruhnya.<\/p>\n<p>Jenazah label B-012<\/p>\n<p>Nama : Mistono<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 45 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Dusun Kebondeli Utara Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Keterangan : Teridentifikasi melalui data sekunder, medis dan properti.<\/p>\n<p>Jenazah label B-044<\/p>\n<p>Nama : Agus Prayogi<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 23 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Tambang kamar kajang, sumber wuluh, kamar kajang, lumajang.<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui data sekunder, medis dan property<\/p>\n<p>Jenazah label B-007<\/p>\n<p>Nama : Agus Sriwanto<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 31 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui DNA<\/p>\n<p>Jenazah label B-008<\/p>\n<p>Nama : Giman<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 87 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui DNA<\/p>\n<p>Jenazah label B-018<\/p>\n<p>Nama : Mulyanto<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 28 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui DNA<\/p>\n<p>Jenazah label B-022<\/p>\n<p>Nama : Sofyan Fauzi<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 30 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Bumiaji, Kota Batu<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui DNA<\/p>\n<p>Jenazah label B-025<\/p>\n<p>Nama : Saturi<\/p>\n<p>Jenis Kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : 41 tahun<\/p>\n<p>Alamat : Curah kobokan, Pronojiwo.<\/p>\n<p>Keterangan : Teridentifikasi melalui data primer, DNA dan data sekunder. Serta data medis, foto gigi dan properti<\/p>\n<p>Dari analisa operasi DVI 35 jenazah yang sudah diidentifikasi. Hanya 17% yang bisa diidentifikasi secara visual. Sedangkan yang teridentifikasi dari rekam medis dan data properti 68%.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>\u201cTeridentifikasi dari rekam medis, foto gigi dan data foto properti 20%, teridentifikasi dari data primer DNA 11%, teridentifikasi sekunder dari foto gigi, data medis, dan diperkuat DNA 2,8%. Kami menyampaikan betapa pentingnya, bahwa informasi dari pihak keluaga korban, karena itu sangat penting untuk melaksanakan identifikasi. foto video yang bisa menggambarkan kondisi2 yang cocok dengan kondisi korban,\u201d papar Kabid Dokkes Polda Jatim.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Kabid Dokkes juga menyampaikan, ada 3 jenzah belum teridentifikasi, diantaranya.<\/p>\n<p>Jenazah label B23<\/p>\n<p>Nama : Mr. X<\/p>\n<p>Jenis kelamin : laki-laki<\/p>\n<p>Usia : perkiraan 25 tahun<\/p>\n<p>Tinggi Badan : 176 cm<\/p>\n<p>Lokasi : Sumber wuluh Curah Kobokan<\/p>\n<p>Ciri: botak di dahi, lubang tindik di telinga kiri, kasu lengan panjang warna oranye bertuliskan sumber jaya, dan celana panjang jeans ukuran 30<\/p>\n<p>Jenazah label B31<\/p>\n<p>Nama : Mrs. X<\/p>\n<p>Jenis kelamin : Perempuan<\/p>\n<p>Usia : perkiraan 40 tahun<\/p>\n<p>Tinggi Badan : 160cm<\/p>\n<p>Lokasi : Kampung Renteng<\/p>\n<p>Jenazah label B-043<\/p>\n<p>Nama : Mr X<\/p>\n<p>Jenis kelamin : Laki-laki<\/p>\n<p>Usia : perkiraan 40-50 tahun<\/p>\n<p>Tinggi Badan : 150-155cm<\/p>\n<p>Lokasi : kamar kajang, sumber wuluh<\/p>\n<p>\u201cKami berharap informasi dari masyarakat memudahkan didaalam proses percepatan identifikasi. Posko DVI akan tetap menjalankan fungsi-fungsinya, bahkan sampai semuanya terungkap,\u201d jelasnya<\/p>\n<p>Kombes Pol Erwin Zainul Hakim menegaskan, proses identifikasi tidak di tutup, namun operasi DVI akan berpindah ke RS Bhayangkara Lumajang.<\/p>\n<p>\u201cProses identifikasi tidak pernah ditutup. Namun nanti setelah tanggal 3 Januari 2022. Segara proses identifikasi yang sebelumnya laksanakan di RSUD dr Haryoto, akan kami geser ke RS Bhayangkara Lumajang,\u201d pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews -Surabaya \u2013\u00a0Sebanyak 7 Jenazah korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru telah diserahkan kepada keluarganya. Hal ini disampaikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3990,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,47,41,44],"tags":[],"class_list":["post-3989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kepolisisan","category-nasional","category-sosial"],"views":510,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3989"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3993,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3989\/revisions\/3993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}