{"id":3837,"date":"2021-12-14T13:24:04","date_gmt":"2021-12-14T13:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3837"},"modified":"2021-12-14T13:24:04","modified_gmt":"2021-12-14T13:24:04","slug":"terungkap-tersangka-pembunuhan-di-kemayoran-merupakan-residivis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3837","title":{"rendered":"Terungkap! Tersangka Pembunuhan di Kemayoran Merupakan Residivis"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews-<\/strong>Jakarta<strong> \u2013\u00a0<\/strong>\u00a0Satu fakta baru terkuak dalam kasus pembunuhan berencana seorang tunarungu bernama Yosi Maesa Almasino (31) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku yang bernama Adji Subhi alias Dhika (20) merupakan seorang residivis.<\/p>\n<p>\u201cTersangka tersebut merupakan residivis,\u201d terang Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Senin (13\/12\/2021).<\/p>\n<p>Pertama, pelaku merupakan tersangka kasus pencurian besi di Palembang. Kedua, pelaku melakukan pencurian kendaraan bermotor di daerah Bandung,\u00a0 kemudian yang ketiga perkara sejenis.<\/p>\n<p>\u201cKeempat melakukan kegiatan yang barusan dijelaskan (pembunuhan berencana dengan pencurian),\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Tubagus menyampaikan, tersangka Adji Subhi (20) dikenakan pasal berlapis, salah satunya Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.<\/p>\n<p>\u201cItu yang paling besar, yang paling tinggi ancamannya. Karena sudah ditunjukkan peristiwa-peristiwa yang dianggap sebagai satu persiapan untuk melakukan pembunuhan,\u201d terang Tubagus.<\/p>\n<p>\u201cTetapi pembunuhan ini bukan semata-mata hanya membunuh, tetapi di motivasi mengambil barang orang lain sehingga disubsiderkan Pasal 365 KUHPidana,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Edwin Asmara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta \u2013\u00a0\u00a0Satu fakta baru terkuak dalam kasus pembunuhan berencana seorang tunarungu bernama Yosi Maesa Almasino (31) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku yang bernama Adji Subhi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3839,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,47,51,44],"tags":[],"class_list":["post-3837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kepolisisan","category-peristiwa","category-sosial"],"views":231,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3840,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3837\/revisions\/3840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}