{"id":3595,"date":"2021-11-23T13:07:19","date_gmt":"2021-11-23T13:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3595"},"modified":"2021-11-23T13:07:19","modified_gmt":"2021-11-23T13:07:19","slug":"notaris-erwin-riduan-menjadi-dpo-terlibat-kasus-mafia-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3595","title":{"rendered":"Notaris Erwin Riduan Menjadi DPO Terlibat Kasus Mafia Tanah"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta \u2013 Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka bernama Erwin Riduan yang merupakan notaris kasus mafia tanah Nirina Zubir.<\/p>\n<p>Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Petrus Silalahi menyebut pihaknya dalam waktu dekat akan menerbitkan status DPO terhadap Erwin untuk memudahkan proses penangkapan.<\/p>\n<p>\u201cIya, nanti kami terbitkan (status DPO),\u201d kata Petrus saat dikonfirmasi, Selasa (23\/11\/2021).<\/p>\n<p>Petrus menjelaskan, penangkapan dilakukan lantaran Erwin dan notaris lainnya Ina Rosaina mangkir dan tidak kooperatif dalam kasus mafia tanah tersebut.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, baru notaris Ina yang berhasil ditangkap di apartemen Kalibata. Sementara Erwin kabur dan melarikan diri dari polisi.<\/p>\n<p>\u201cMasih dalam pengejaran. Untuk Erwin dimana pun keberadaannya kami menghimbau agar segera menyerahkan diri ke penyidik,\u201d tegas Petrus.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, kasus mafia tanah menimpa keluarga artis Nirina Zubir. Sebanyak enam aset sertifikat tanah dibalik nama oleh para mafia.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yang mana satu tersangka otak mafia tanah merupakan Riri Khasmita, mantan ART keluarga Nirina Zubir.<\/p>\n<p>Edwin Asmara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta \u2013 Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka bernama Erwin Riduan yang merupakan notaris kasus mafia tanah Nirina Zubir. Kasubdit<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3596,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,47],"tags":[],"class_list":["post-3595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan"],"views":1051,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3597,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3595\/revisions\/3597"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}