{"id":3571,"date":"2021-11-22T11:12:50","date_gmt":"2021-11-22T11:12:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3571"},"modified":"2021-11-22T11:12:50","modified_gmt":"2021-11-22T11:12:50","slug":"korban-penembakan-di-pasar-meranjat-ogan-ilir-pasang-selang-di-perut-3-bulan-kasus-belum-terungkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3571","title":{"rendered":"Korban Penembakan di Pasar Meranjat Ogan Ilir Pasang Selang di Perut, 3 Bulan Kasus Belum Terungkap"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">-Indralaya, Sumsel \u2013 Pedagang ayam korban penembakan di Pasar Beti Ogan Ilir beberapa waktu lalu, hingga kini hanya bisa terbaring di tempat tidur.\u00a0 Korban penembakan bernama Dedi Kurniawan (27 tahun), merupakan seorang pedagang ayam potong.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dia ditembak saat baru tiba di Pasar Beti, Desa Meranjat, Kecamatan Indralaya Selatan, pada 21 Agustus lalu sekira pukul 06.00.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Saat ditemui di rumahnya di Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Dedi mengaku sama sekali tak beranjak dari rumah sejak peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKejadian itu sudah tiga bulan. Saya belum keluar rumah lagi, takut,\u201d kata Dedi kepada TribunSumsel.com, Sabtu (20\/11\/2021).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru di RSUP Mohammad Hoesin Palembang, Dedi diperbolehkan pulang ke rumah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sekitar satu bulan kemudian, Dedi kembali dirawat di RSUP Mohammad Hoesin selama 20 hari.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi RSUP, saya dipasang selang di dalam perut. Mungkin karena usus saya luka, jadi dipasang selang ini untuk bantu proses pencernaan,\u201d ujar Dedi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Menurut pria lajang ini, rasa sakit bekas tembakan masih terasa hingga sekarang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dedi mengaku ditembak dari belakang atau di bagian pinggang kiri, hingga hampir tembus ke perut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sesekali, Dedi merasakan nyeri tiada tara di bagian pinggang maupun perut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKadang nyeri. Apalagi sekarang ini, sering sakit di bagian perut yang dipasang selang,\u201d tutur Dedi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selain trauma, kondisi Dedi yang saat ini hanya dapat terbaring, memang tak memungkinkan untuk bepergian ke luar rumah termasuk mencari nafkah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cCari uang jualan di pasar ya belum bisa. Bisa lihat sendiri kondisi saya sekarang,\u201d ujar Dedi melayani wawancara sambil duduk di atas tempat tidurnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dedi berharap polisi dapat segera menangkap pelaku penembakan terhadap dirinya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dia tak ingin peristiwa serupa terjadi lagi, jika pelaku belum ditangkap.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau pelaku ditangkap, baru lega juga walaupun kondisi belum membaik betul,\u201d kata Dedi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sementara polisi kini masih mengidentifikasi para pelaku penembakan yang diperkirakan berjumlah dua orang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy beberapa waktu lalu mengatakan, polisi terus bekerja namun juga hati-hati dalam mengungkap kasus ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami memerlukan alat bukti yang tajam. Karena sampai dengan saat ini sudah ada yang mengarah, namun itu kalau kita lakukan upaya represif, takutnya terbantahkan,\u201d kata Yusantiyo kepada wartawan, belum lama ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi masih kami lakukan pendalaman lagi. Semoga segera terungkap,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan keterangan saksi mata di TKP, lanjut Yusantiyo, pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor matic.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Satu orang turun dari motor dan menembak satu kali ke arah punggung kiri korban.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, namun Yusantiyo menyebut belum tajam ke bukti-bukti yang dicari.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa saksi-saksi, apakah misalnya ada terduga, Mr. X. Kami masih melakukan pendalaman apakah Mr. X ini di waktu itu ada di tempat tersebut (TKP) atau di tempat lain,\u201d kata Yusantiyo.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKemudian ada tidak saksi-saksi lain yang menguatkan (tindakan) Mr. X itu,\u201d kata dia lagi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebelum peristiwa penembakan di Meranjat, Polres Ogan Ilir juga mendapat informasi penembakan oleh orang tak dikenal (OTD) di Kertapati, Palembang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ada juga kasus pengancaman dengan menggunakan senjata api di wilayah Banyuasin.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami sedang menyelidiki apakah ada kaitannya kasus penembakan dan pengancaman di dua lokasi tersebut dengan yang terjadi di Meranjat,\u201d terang Yusantiyo.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Indralaya, Sumsel \u2013 Pedagang ayam korban penembakan di Pasar Beti Ogan Ilir beberapa waktu lalu, hingga kini hanya bisa terbaring di tempat tidur.\u00a0 Korban penembakan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3572,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,47,51],"tags":[],"class_list":["post-3571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kepolisisan","category-peristiwa"],"views":713,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3571"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3573,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3571\/revisions\/3573"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}