{"id":3520,"date":"2021-11-17T13:17:26","date_gmt":"2021-11-17T13:17:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3520"},"modified":"2021-11-17T13:17:26","modified_gmt":"2021-11-17T13:17:26","slug":"aksi-pembantaian-tiananmen-di-hong-kong-melambangkan-perjuangan-ingatan-melawan-kelupaan-kata-demokrat-dalam-mitigasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3520","title":{"rendered":"Aksi Pembantaian Tiananmen di Hong Kong Melambangkan &#8216;Perjuangan Ingatan Melawan Kelupaan,&#8217; Kata Demokrat Dalam Mitigasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>\u2013 Hongkong- Peringatan tahunan Pembantaian Tiananmen di Hong Kong melambangkan &#8220;perjuangan ingatan melawan lupa,&#8221; kata seorang demokrat yang mengaku bersalah atas tuduhan atas majelis tidak sah tahun lalu di pengadilan selama permohonan mitigasinya.<\/p>\n<p>Ketua Aliansi Hong Kong untuk Mendukung Gerakan Demokratik Patriotik Cina Lee Cheuk-yan, anggota komite tetap Aliansi Simon Leung, likuidator Aliansi Richard Tsoi;\u00a0mantan anggota parlemen Wu Chi-wai dan Leung Yiu-chung muncul di Pengadilan Distrik pada hari Rabu di hadapan Hakim Amanda Woodcock.<\/p>\n<p>Kelompok lima demokrat itu mengaku bersalah pada awal November karena menahan, menghasut orang lain untuk ambil bagian, dan mereka sendiri ikut serta dalam peringatan Pembantaian Tiananmen yang dilarang tahun lalu.\u00a0Polisi melarang pertemuan publik tahun lalu dengan alasan masalah kesehatan Covid-19.<\/p>\n<p>Ketika para terdakwa melangkah ke dermaga, orang-orang yang duduk di galeri umum melambai kepada mereka dan berteriak &#8220;bertahanlah.&#8221;\u00a0Beberapa terdakwa balas melambai, dan Lee mengangkat tinjunya ke udara pada satu titik.<\/p>\n<p>Penuntut menyerahkan informasi latar belakang para terdakwa, termasuk catatan kriminal mereka, kepada hakim setelah sidang dimulai.<\/p>\n<p>Lee Cheuk-yan<\/p>\n<p>Ketua memberhentikan perwakilan hukumnya sebelum sidang,\u00a0dan memberikan pengajuannya sendiri\u00a0.\u00a0Lee memulai pidatonya dengan mengucapkan terima kasih kepada \u201crakyat Hong Kong yang menepati janji tahun 1989.\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Yang Mulia, orang-orang Hong Kong yang ambil bagian tidak membutuhkan orang atau organisasi untuk menghasut mereka,&#8221; kata Lee.\u00a0\u201cJika ada provokator, itu adalah rezim yang menembaki rakyatnya sendiri.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_3522\" aria-describedby=\"caption-attachment-3522\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3522 size-large\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen-420x280.jpg 420w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/peringatan-tianmen.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3522\" class=\"wp-caption-text\">Lee Cheuk-yan. Foto: Benjamin Yuen\/Pers Sosial Serikat.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lee mengatakan, mengutip penulis Ceko Milan Kundera, bahwa nyala lilin di Taman Victoria melambangkan &#8220;perjuangan ingatan melawan lupa.&#8221;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Pada beberapa kesempatan selama pidatonya, ketua tersedak air mata.\u00a0Lee juga menyebutkan pengalamannya tentang Pembantaian Tiananmen, di mana dia berada di Beijing ketika insiden itu terjadi.<\/p>\n<p>Lee mengatakan dia mengunjungi para mahasiswa di Lapangan Tiananmen pada 30 Mei 1989, dan \u201cmendengar suara tembakan yang tak henti-hentinya dan laporan bahwa tank-tank militer masuk, menghancurkan pengunjuk rasa secara berdarah di Chang&#8217;an Avenue\u201d pada 4 Juni.<\/p>\n<p>Demokrat juga berbicara tentang latar belakangnya, dan berkata, \u201cSaya tidak menyesal tetapi penuh rasa terima kasih.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJika saya harus masuk penjara untuk menegaskan keinginan saya, maka biarlah,\u201d kata Lee.\u00a0Galeri publik meledak dalam tepuk tangan setelah demokrat itu menyelesaikan pidatonya, dengan beberapa anggota staf pengadilan menyuruh mereka untuk \u201ctenang.\u201d<\/p>\n<p>Richard Tsoi<\/p>\n<p>Perwakilan Tsoi adalah yang pertama memberikan mitigasi.\u00a0Perwakilannya, pengacara Joe Chan, mengatakan bahwa Tsoi telah memperoleh dua gelar sarjana hukum, dan jika dia memilih untuk mengejar karir hukum, Tsoi akan menjadi pengacara senior atau pengacara.<\/p>\n<p>Chan mengatakan Tsoi, yang berasal dari latar belakang berpenghasilan rendah, malah memilih untuk \u201cmengabdikan hidupnya\u201d kepada orang-orang yang kurang mampu.\u00a0Pengacara mengatakan bahwa likuidator Aliansi bertekad melawan xenofobia, dan mundur dari Partai Demokrat &#8220;untuk menunjukkan keinginannya.&#8221;<\/p>\n<p>Pengacara mengatakan bahwa peringatan lilin tahunan dilakukan dengan cara yang \u201ctertib, damai, dan teratur\u201d malam itu, dan bahwa \u2013 pada tahun-tahun sebelumnya \u2013 Tsoi \u201cberkontribusi banyak dalam berkomunikasi dengan baik dengan polisi dan masyarakat.\u201d<\/p>\n<p>Sumber : Candice Chau<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews\u2013 Hongkong- Peringatan tahunan Pembantaian Tiananmen di Hong Kong melambangkan &#8220;perjuangan ingatan melawan lupa,&#8221; kata seorang demokrat yang mengaku bersalah atas tuduhan atas majelis tidak<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3521,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-3520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"views":509,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3523,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3520\/revisions\/3523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}