{"id":3415,"date":"2021-11-08T11:07:10","date_gmt":"2021-11-08T11:07:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3415"},"modified":"2021-11-08T11:07:10","modified_gmt":"2021-11-08T11:07:10","slug":"ketum-spri-menteri-pertanian-harus-dipidana-2-tahun-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3415","title":{"rendered":"Ketum SPRI : Menteri Pertanian Harus Dipidana 2 Tahun Penjara"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><b>IndonesiaLineNews<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013 Jakarta- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (DPP SPRI) Hence Mandagi menegaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo wajib dipidana 2 tahun penjara. Menurutnya, pengusiran terhadap wartawan yang sedang meliput berita oleh Menteri Syahrul Yasin Limpo adalah perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Selama ini, Mandagi mengatakan, pasal pidana dalam UU Pers belum pernah diterapkan ketika wartawan dilarang atau dihalangi melakukan peliputan. &#8220;Padahal sangat jelas dalam UU Pers disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi wartawan mencari dan memperoleh informasi dipidana 2 tahun penjara dan denda lima ratus juta rupiah,&#8221; ungkap Mandagi melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi Minggu (7\/11\/2021).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Untuk itu Ia menandaskan, Menteri Yasin Limpo wajib dikenakan pidana penjara 2 tahun dan denda sebesar 500 juta rupiah jika terbukti melakukan pengusiran terhadap wartawan di depan umum dalam kegiatan pelepasan ekspor pinang ke negara Pakistan pada Sabtu (6\/11\/2021) di gudang biji pinang CV. Indokara di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Tindakan yang dilakukan Menteri Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi ini, lanjut Mandagi, wajib menjadi perhatian serius Presiden RI Joko Widodo. &#8220;Presiden perlu memasukan dalam daftar reshufle, menteri yang tidak menghargai Profesi Wartawan. Terlebih tindakan pengusiran wartawan saat meliput adalah perbuatan pidana menurut UU Pers,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Selama ini perbuatan pidana pelarangan peliputan terhadap wartawan hanya berujung permintaan maaf oleh pelaku. &#8220;Namun untuk pembelajaran kepada publik agar kasus serupa tidak terulang lagi, Polri wajib mengusut dan memproses kasus Menteri Yasin Limpo ini usai ketentuan pidana yang berlaku,&#8221; imbuhnya. ***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews\u2013 Jakarta- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (DPP SPRI) Hence Mandagi menegaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo wajib dipidana 2 tahun<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3416,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,48,51],"tags":[],"class_list":["post-3415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-pemerintahan","category-peristiwa"],"views":337,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3417,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3415\/revisions\/3417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}