{"id":3358,"date":"2021-11-02T09:38:06","date_gmt":"2021-11-02T09:38:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3358"},"modified":"2021-11-02T09:38:06","modified_gmt":"2021-11-02T09:38:06","slug":"persentase-perusahaan-as-dengan-basis-regional-di-hong-kong-turun-tajam-sementara-perusahaan-china-daratan-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3358","title":{"rendered":"Persentase Perusahaan AS Dengan Basis Regional di Hong Kong Turun Tajam Sementara Perusahaan China Daratan Meningkat"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews<\/b>\u2013Hongkong- Jumlah perusahaan AS yang menggunakan Hong Kong sebagai basis regional telah menurun tajam dalam dekade terakhir sementara jumlah perusahaan China daratan dengan kehadiran di kota itu lebih dari dua kali lipat, menurut angka resmi.<\/p>\n<p>Statistik dari Departemen Sensus dan Statistik muncul setelah kepala perdagangan Edward Yau bulan lalu menolak\u00a0klaim bahwa Hong Kong menderita eksodus modal asing.\u00a0Dia mengutip peningkatan jumlah perusahaan asing \u2013 termasuk perusahaan China daratan \u2013 yang berbasis di kota.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3360\" aria-describedby=\"caption-attachment-3360\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3360 size-medium\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kota-hongkong-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kota-hongkong-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kota-hongkong-100x75.jpg 100w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kota-hongkong.jpg 740w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3360\" class=\"wp-caption-text\">Kota Hongkong di masa pandemi Covid 19<\/figcaption><\/figure>\n<p>Departemen menghitung jumlah perusahaan asing di kota pada 1 Juni setiap tahun, dengan angka dipecah menjadi kantor pusat regional, kantor regional dan kantor lokal.<\/p>\n<p>Sebagai persentase dari jumlah total perusahaan asing yang menggunakan Hong Kong sebagai kantor pusat regional mereka, perusahaan AS turun dari 23,5 persen menjadi 17,4 persen antara 2011 dan 2021, menurut statistik departemen.<\/p>\n<p>Kota ini memiliki 61 lebih sedikit kantor pusat regional untuk perusahaan AS pada tahun 2021 (254) dibandingkan pada tahun 2011 (315).\u00a0Surat kabar local melaporkan\u00a0 bahwa angka 2021 adalah yang terendah sejak 2003.<\/p>\n<p>Jumlah kantor pusat regional untuk perusahaan Jepang juga turun, dari 222 \u2013 atau 16,6 persen \u2013 pada 2011 menjadi 210 \u2013 14,4 persen \u2013 pada 2021.<\/p>\n<p><strong>AS tetap di atas<\/strong><\/p>\n<p>Namun persentase perusahaan China daratan dengan kantor pusat regional di Hong Kong telah melonjak sejak 2011 dari hanya 7,2 persen menjadi 17,2 persen, mendekati persentase perusahaan AS.\u00a0Persentase perusahaan Inggris dan Prancis dengan kantor pusat regional di Hong Kong naik sedikit selama periode yang sama.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Jumlah kantor perusahaan asing dari semua jenis &#8211; kantor pusat regional, kantor regional dan kantor lokal &#8211; telah meningkat secara keseluruhan sejak 2011. Namun persentase perusahaan asing non-Cina telah menurun sejak 2011, sementara jumlah perusahaan daratan melonjak dari 805 menjadi 2.080 dalam 11 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Yau pekan lalu mengatakan Hong Kong menjadi tuan rumah rekor jumlah 9.049\u00a0perusahaan asing dan daratan, meningkat sekitar 10 persen antara 2017 dan 2021.<\/p>\n<p>Rincian angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah perusahaan China daratan melonjak 64 persen sementara perusahaan asing lainnya mengalami sedikit penurunan selama periode yang sama.<\/p>\n<p>Law Ka-chung, dosen tambahan di bidang keuangan dan ekonomi di City University of Hong Kong, mengatakan jumlah perusahaan mungkin tidak mencerminkan lingkungan bisnis yang sebenarnya, karena mudah untuk mendaftarkan perusahaan di atas kertas di Hong Kong.<\/p>\n<p>\u201cJumlah perusahaan mungkin tidak sebanding dengan jumlah bisnis yang mereka lakukan di sini, jadi [kita] juga perlu melihat omset mereka,\u201d katanya kepada HKFP.<\/p>\n<p>Pertumbuhan perusahaan-perusahaan China daratan di kota itu juga dapat mencakup mereka yang ingin memindahkan modal dari daratan menggunakan perusahaan-perusahaan Hong Kong sebagai kendaraan, tambahnya.<\/p>\n<p>Sementara dosen sekolah bisnis Universitas Hong Kong Vera Yuen mengatakan perubahan jumlah perusahaan dari AS atau daratan sebagian besar mencerminkan ukuran relatif dari kedua ekonomi.\u00a0\u201cDalam sepuluh tahun terakhir, China telah berkembang pesat dan ekonominya tumbuh dalam ukuran \u2026 Jumlah perusahaan yang didirikan di Hong Kong mencerminkan ukuran ekonomi mereka,\u201d katanya.\u00a0\u201cInilah yang akan terjadi bahkan tanpa hambatan [kebijakan] tertentu atau perlakuan istimewa.\u201d<\/p>\n<p>Persyaratan karantina yang ketat di bawah Covid-19 untuk pelancong yang masuk juga akan menambah biaya untuk bisnis asing yang mempekerjakan ekspatriat, membuat bisnis memindahkan staf ke cabang di kota lain, tambah Yuen.<\/p>\n<p>(Sumber : Cellina Cheng)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews\u2013Hongkong- Jumlah perusahaan AS yang menggunakan Hong Kong sebagai basis regional telah menurun tajam dalam dekade terakhir sementara jumlah perusahaan China daratan dengan kehadiran di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3359,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,39],"tags":[],"class_list":["post-3358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-internasional"],"views":946,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3358"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3361,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3358\/revisions\/3361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}