{"id":3020,"date":"2021-10-06T13:04:44","date_gmt":"2021-10-06T13:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3020"},"modified":"2021-10-06T13:04:44","modified_gmt":"2021-10-06T13:04:44","slug":"petugas-damkar-evakuasi-ibu-melahirkan-di-tambora-bayinya-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=3020","title":{"rendered":"Petugas Damkar Evakuasi Ibu Melahirkan di Tambora, Bayinya Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong> &#8211; Jakarta \u2013 Petugas Damkar Jakarta Barat berhasil mengevakuasi ibu melahirkan dari lantai dua rumahnya di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5\/10\/2021) kemarin. Namun, sayang kondisi bayinya dinyatakan meninggal dunia.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah masih sadar ibunya, kemudian bayinya meninggal dunia,\u201d kata personel Damkar Jakarta Barat Danang, Selasa (5\/10\/2021).<\/p>\n<p>Ketika petugas datang kondisi ibu sudah melahirkan. Dia tidak mengetahui pasti kronologis sebelum melahirkan. \u201cYa benar (sudah melahirkan), banyak darah,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Petugas mengalami sedikit kendala saat proses evakuasi. Sebab, tangga rumah menuju lantai dua berukuran sempit dan memiliki kemiringan hingga 45 derajat. \u201cKarena rumah lantai dua kontrakan itu sempit banget untuk lokasi turunnya jadi harus benar-benar hati-hati,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selesai evakuasi, Puskesmas Tambora menangani ibu tersebut untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. \u201cYang saya tahu di situ sudah ada ambulans. Jadi pasien enggak tahu dibawa ke mana. Intinya ke rumah sakit,\u201d kata Danang.<\/p>\n<p>(Redaksi TTI-Linenews)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews &#8211; Jakarta \u2013 Petugas Damkar Jakarta Barat berhasil mengevakuasi ibu melahirkan dari lantai dua rumahnya di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5\/10\/2021)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3021,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,47,44],"tags":[],"class_list":["post-3020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-kepolisisan","category-sosial"],"views":379,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3020"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3022,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3020\/revisions\/3022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3021"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}