{"id":28415,"date":"2026-10-21T13:02:32","date_gmt":"2026-10-21T13:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28415"},"modified":"2026-10-21T13:02:32","modified_gmt":"2026-10-21T13:02:32","slug":"perkuat-budaya-sadar-bencana-simulasi-gempa-digelar-serentak-di-500-gedung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28415","title":{"rendered":"Perkuat Budaya Sadar Bencana, Simulasi Gempa Digelar Serentak di 500 Gedung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Simulasi Gempa Bumi Serentak pada Rabu (21\/10) pukul 10.00 WIB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Simulasi yang dilaksanakan berdasarkan INSEKDA e-0044 Tahun 2026 ini melibatkan sekitar 500 gedung di wilayah DKI Jakarta. Lokasi kegiatan mencakup tujuh gedung kantor wali kota, bupati, dan gubernur, satu gedung kantor dinas teknis, satu gedung kantor kecamatan, 127 gedung kantor kelurahan, dua gedung BUMD, serta 362 gedung sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, pelaksanaan Simulasi Gempa Bumi Serentak ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan peningkatan edukasi, latihan berkala, serta evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prosedur evakuasi, diharapkan risiko dan dampak bencana gempa bumi dapat diminimalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMelalui simulasi ini, diharapkan masyarakat juga semakin memahami langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat saat terjadi gempa bumi,\u201d ujarnya, Rabu (21\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Marulitua, elaksanaan kegiatan ditandai dengan bunyi alarm peringatan melalui aplikasi Early Warning System (EWS) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, kegiatan simulasi kali ini merupakan bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan yang telah dilakukan BPBD DKI Jakarta sejak 2024. Sebelumnya, BPBD telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana ke sejumlah sekolah, termasuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pengamanan diri ketika gempa terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemberian materinya telah kita laksanakan mulai dari tahun 2024, 2025, hingga 2026. Kita mengunjungi sekolah, memberikan pelatihan kepada mereka, sekaligus melakukan simulasi. Jadi, kita hanya mengingatkan kembali bagaimana kalau terjadi gempa dan bagaimana cara kita melakukan pengamanan diri,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, simulasi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan pengelola gedung, tenaga pendidik, peserta didik, maupun penghuni gedung lainnya dalam menghadapi bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengatakan, evaluasi dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek, seperti kesiapan jalur evakuasi dan waktu yang dibutuhkan peserta untuk menyelamatkan diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita akan melihat bagaimana kesiapan sekolah atau pengelola maupun penghuni gedung lainnya dalam menghadapi bencana. Jika nanti ada hasil evaluasi, kita akan sampaikan kepada mereka, baik dari segi jalurnya seperti apa maupun waktu mereka untuk menyelamatkan diri. Kalau ditemukan kelemahan, akan kita tingkatkan lagi,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Marulitua berharap, hasil evaluasi tersebut dapat mendorong setiap pengelola gedung untuk memperbaiki aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan, termasuk penyediaan sarana pendukung kesiapsiagaan bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDengan demikian, seluruh penghuni gedung dapat memahami prosedur evakuasi dan melakukan penyelamatan diri secara tepat ketika gempa bumi terjadi,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kepala SMKN 2 Jakarta, Tri Windarti, menyambut baik pelaksanaan simulasi gempa bumi di sekolahnya. SMKN 2 Jakarta ditunjuk sebagai salah satu lokasi pelaksanaan simulasi yang mewakili wilayah Jakarta Pusat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengatakan, pihak sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Melalui latihan secara langsung, para peserta diharapkan dapat memahami tindakan yang harus dilakukan serta mengetahui prosedur evakuasi yang tepat ketika menghadapi gempa bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKalau untuk gempa, memang itu sangat berbahaya dan kita belum tahu kapan akan terjadi. Karena itu, simulasi ini sangat bagus agar anak-anak dan seluruh warga sekolah, khususnya Bapak dan Ibu guru, tata usaha, dan lainnya, bisa siap menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan, baik secara mental maupun fisik,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Simulasi Gempa Bumi Serentak pada Rabu (21\/10) pukul 10.00 WIB. Simulasi yang dilaksanakan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28416,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-28415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28417,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28415\/revisions\/28417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}