{"id":28379,"date":"2026-10-18T12:31:01","date_gmt":"2026-10-18T12:31:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28379"},"modified":"2026-10-18T12:31:01","modified_gmt":"2026-10-18T12:31:01","slug":"perahu-hias-dari-bahan-bekas-adu-kece-di-danau-sunter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28379","title":{"rendered":"Perahu Hias dari Bahan Bekas Adu Kece di Danau Sunter"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Sebanyak 43 perahu hias yang dibuat dari berbagai bahan bekas ikut memeriahkan Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di kawasan Danau Sunter, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (18\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan, karnaval 43 perahu hias dari 42 kecamatan ini merupakan salah satu upaya mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk mencintai lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini menunjukkan bahwa barang bekas dan sampah masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dilanjutkan Uus, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5\/2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejak 1 Agustus lalu, aturan ini juga sudah efektif diberlakukan dan dikampanyekan secara massif. Tujuannya, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir adalah hanya dalam bentuk residu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Upaya pengurangan sampah dari sumber itu menurut Uus akan terus digencarkan sampai program PSEL (pengolahan sampah menjadi energi listrik) yang tengah dirintis Jakarta berjalan efektif. Hingga saat ini, jelas Uus, pemersiapan program PSEL tengah berproses dan diharapkan tuntas segera, sehingga Jakarta bisa memiliki sistem pengolahan sampah modern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Festival ini salah satu bentuk bagaimana terus menggalakkan, menginformasikan, mensosialisasikan kepada masyarakat di Jakarta untuk terus mencintai dan menjaga lingkungan,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dudi Gurdesi menjelaskan 43 perahu yang berpartisipasi dalam festival ini menngunakan material bekas dari 47 ribu botol plastik dan sekitar 8.000 galon air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain menampilkan perahu dari barang bekas, kegiatan juga melakukan penyebaran benih ikan dan eco enzim ke Danau Sunter. Kegiatan ini,jelas Dudi, telah menjadi agenda rutin tahunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kegiatan kali ini, diakui Dudi lebih meriah dan ramai didatangi warga dibanding tahun-tahun sebelumnya ,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Setelah lomba ini, Kami beri kesempatan pada warga untuk bisa menaiki perahu berwisata di Danau Sunter,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sebanyak 43 perahu hias yang dibuat dari berbagai bahan bekas ikut memeriahkan Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di kawasan Danau Sunter, Sunter Jaya, Tanjung<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28380,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,139,45,73,53,48,40],"tags":[],"class_list":["post-28379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hiburan","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28381,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28379\/revisions\/28381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}