{"id":28314,"date":"2026-10-14T11:51:54","date_gmt":"2026-10-14T11:51:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28314"},"modified":"2026-10-14T11:51:54","modified_gmt":"2026-10-14T11:51:54","slug":"sudinkes-jaksel-telah-tangani-1-314-kasus-dbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28314","title":{"rendered":"Sudinkes Jaksel Telah Tangani 1.314 Kasus DBD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Sejak Januari hingga awal Oktober 2026, tercatat ada 1.314 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah ditangani jajaran\u00a0 Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, pencegahan penyebaran kasus DBD dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) secara rutin, serentak, dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,&#8221; ucapnya,Rabu (14\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, lanjut Fitria, petugas kesehatan juga harus melaksanakan <em>surveilans epidemiologi <\/em>dan <em>surveilans entomolog<\/em>i untuk memantau perkembangan kasus, sekaligus mengetahui faktor risiko penularan berdasarkan kepadatan populasi nyamuk penular DBD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemantauan kasus dan pelaporan juga dilakukan melalui laman <em>surveilans <\/em>DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya mendapatkan gambaran perkembangan kasus secara berkelanjutan,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tak hanya itu, Fitria mengajak masyarakat menggalakkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami juga selalu mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala DBD, melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut, serta menjaga lingkungan tetap bebas dari jentik nyamuk,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait pelaksanaan <em>fogging, <\/em>Fitri menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan opsi terakhir setelah ditemukannya kasus positif dan dilakukannya Penyelidikan Epidemiologi (PE).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Cairan <em>fogging <\/em>mengandung bahan kimia yang berisiko memicu gangguan pernapasan hingga penyakit lainnya jika digunakan berlebihan. Langkah paling efektif dan aman tetaplah gerakan PSN 3M Plus serta penguatan program Jumantik Mandiri,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sejak Januari hingga awal Oktober 2026, tercatat ada 1.314 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah ditangani jajaran\u00a0 Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.\u00a0 Menurut Kepala<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28315,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-28314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":6,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28316,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28314\/revisions\/28316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}