{"id":28253,"date":"2026-10-08T14:00:03","date_gmt":"2026-10-08T14:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28253"},"modified":"2026-10-08T14:00:03","modified_gmt":"2026-10-08T14:00:03","slug":"sudah-27-250-masyarakat-riau-terpapar-ispa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28253","title":{"rendered":"Sudah 27.250 Masyarakat Riau Terpapar ISPA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u2013 Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau masih tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, hingga saat ini total sudah ada 27.250 masyarakat Riau terpapar ISPA yang berasal dari 12 kabupaten\/kota di Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli,\u00a0 mengatakan dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 7.434 kasus. Disusul Kabupaten Kampar 3.629 kasus, Bengkalis 2.964 kasus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus,\u201d katanya, Kamis (7\/10\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meski terjadi kenaikan kasus ISPA, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Guna menekan dampak buruk kasus ISPA, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,\u201d sebutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota,&#8221; tutupnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u2013 Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau masih tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, hingga saat ini total sudah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,37,73,119,57,48,51],"tags":[],"class_list":["post-28253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-kesehatan","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pemerintahan","category-peristiwa"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28255,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28253\/revisions\/28255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}