{"id":28096,"date":"2026-09-27T10:54:46","date_gmt":"2026-09-27T10:54:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28096"},"modified":"2026-09-27T10:54:46","modified_gmt":"2026-09-27T10:54:46","slug":"titik-karhutla-di-riau-nihil-omc-masih-terus-dilakukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28096","title":{"rendered":"Titik Karhutla di Riau Nihil, OMC Masih Terus Dilakukan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Pekanbaru &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, melaporkan bahwa tidak ada lagi titik Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Beberapa titik Karhutla yang sebelumnya dilaporkan terjadi sudah padam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, sebelumnya masih dilaporkan terjadi titik Karhutla yang masih membara yakni di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu) dan juga Bengkalis. Namun saat ini titik Karhutla tersebut sudah dilaporkan padam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKarhutla di Riau sudah nihil. Beberapa titik yang sebelumnya terbakar sudah padam,\u201d katanya, Minggu (27\/9\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, sebagai upaya pencegahan, saat ini kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan. Kegiatan membuat hujan buatan ini sebagai upaya membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cOMC masih terus dilakukan. Hal ini sebagai upaya antisipasi membasahi lahan terutama lahan gambut yang mudah terbakar jika kering,\u201d sebutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">kegiatan OMC ini akan terus dilakukan di Riau hingga cuaca memang sudah memasuki musim hujan di Riau. Pesawat OMC akan langsung diterbangkan jika melihat ada awan potensial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJika ada awan potensial akan langsung dilakukan OMC sampai cuaca di Riau benar-benar memasuki musim hujan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, total luas lahan terbakar di Riau telah mencapai 20.597,23 hektare.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas terbakar terluas se-Riau yaitu 8.569,25 Ha dari 4.305 hotspot dan 73 fire spot. Disusul Pelalawan dengan luas terbakar 6.710,21 Ha dari 3.787 hotspot, Inhu 1.631,95 Ha, Inhil 1.381,54 Ha, dan Dumai 651,09 Ha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cUntuk Wilayah lain yakni Rohil: 445,47 Ha, Siak: 429,72 Ha, Meranti: 307,91 Ha, Kampar: 171,67 Ha, Kuansing: 129,32 Ha, Pekanbaru: 106,73 Ha dan Rohul: 62,37 Ha,\u201d katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, melaporkan bahwa tidak ada lagi titik Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Beberapa titik<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28097,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-28096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":3,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28096"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28096\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28098,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28096\/revisions\/28098"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}