{"id":28066,"date":"2026-09-25T12:10:34","date_gmt":"2026-09-25T12:10:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28066"},"modified":"2026-09-25T12:10:34","modified_gmt":"2026-09-25T12:10:34","slug":"di-new-york-pramono-tekankan-manfaat-aksi-iklim-harus-dirasakan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=28066","title":{"rendered":"Di New York, Pramono Tekankan Manfaat Aksi Iklim Harus Dirasakan Warga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-New York-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya aksi iklim yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat menjadi pembicara utama dalam forum Heat Roundtable di New York, Amerika Serikat, Minggu (20\/9), ia menyampaikan bahwa penanganan perubahan iklim tidak hanya fokus pada upaya pengurangan emisi, tetapi juga menghasilkan kota yang lebih bersih, sehat, terjangkau, dan nyaman dihuni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari melalui transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik,\u201d ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Jumat (25\/9).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam forum tersebut, Pramono juga memaparkan tantangan Jakarta sebagai kota metropolitan dengan mobilitas tinggi. Setiap hari, sekitar empat juta orang bergerak keluar-masuk Jakarta dari wilayah penyangga, terutama pada jam sibuk serta produksi sampah yang mencapai 9.000 ton per hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, masalah tersebut saling berkaitan yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPersoalan kemacetan, polusi udara, dan sampah tidak berdiri sendiri. Ketiganya berkaitan langsung dengan mobilitas, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kebijakan iklim Jakarta diarahkan agar menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan warga,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi masalah tersebut yakni melalui transformasi transportasi publik. Jakarta terus mengintegrasikan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan kereta komuter. Saat ini, konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami sedang mengubah cara masyarakat bergerak melintasi Jakarta. Kami ingin menyediakan alternatif yang andal dan terjangkau selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tak hanya itu, pengembangan jaringan transportasi juga terus dilakukan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan jaringan MRT bertambah dari sekitar 15,7 kilometer menjadi 46,5 kilometer pada 2034. Sementara itu, jaringan LRT ditargetkan berkembang hingga 75 kilometer pada 2029.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Pramono, pembangunan transportasi publik tidak semata-mata untuk mengurangi kemacetan. Transportasi publik juga harus menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus memperluas akses mobilitas masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain transportasi, Jakarta memperkuat sistem pengelolaan sampah. Dengan produksi sekitar 9.000 ton sampah per hari, Pemprov DKI mengubah pengelolaan sampah dari skema kumpul-angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejak 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu. Sementara itu, pemilahan dan pengolahan sampah didorong dilakukan sejak dari sumber.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bersama pemerintah pusat, Jakarta juga mengembangkan fasilitas <em>waste-to-energy<\/em> (WTE). Dua fasilitas tersebut diarahkan untuk mengolah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemprov DKI turut memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah dan kegiatan daur ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gubernur Pramono lebih lanjut menyampaikan, ketahanan iklim tidak hanya dibangun melalui proyek berskala besar, tetapi juga melalui perubahan cara kota mengelola mobilitas, energi, sampah, dan ruang publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita tidak boleh melihat aksi iklim sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat. Ukurannya sederhana: apakah udara menjadi lebih bersih, perjalanan menjadi lebih mudah, ruang publik menjadi lebih baik, dan lingkungan menjadi lebih sehat,\u201d kata dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jakarta, lanjutnya, terus belajar dari berbagai kota besar dunia dalam memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk menghadapi peningkatan suhu perkotaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan, Jakarta terbuka untuk bertukar pengalaman dan bekerja sama dengan kota-kota lain dalam mencari solusi yang sesuai dengan karakter masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJakarta siap berbagi praktik baik, belajar dari kota-kota lain, dan mewujudkan tujuan iklim bersama menjadi solusi yang praktis,&#8221; kata Pramono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Keikutsertaan Gubernur Pramono dalam forum Heat Roundtable merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke New York untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026. Forum ini mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan panas perkotaan dan ketahanan iklim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diskusi digelar bersama C40 Cities, Harvard University\u2019s Salata Institute for Climate and Sustainability, dan Atlantic Council\u2019s Climate Resilience Center. Sejumlah kepala daerah turut hadir, antara lain Wali Kota Paris dan Wali Kota Freetown.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-New York-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya aksi iklim yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Saat menjadi pembicara utama dalam forum Heat Roundtable<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28067,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,39,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-28066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-internasional","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28066"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28068,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28066\/revisions\/28068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28067"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}