{"id":27764,"date":"2026-09-04T05:47:17","date_gmt":"2026-09-04T05:47:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27764"},"modified":"2026-09-04T05:47:17","modified_gmt":"2026-09-04T05:47:17","slug":"pelaku-pembakar-sampah-di-duren-sawit-akan-ditindak-tegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27764","title":{"rendered":"Pelaku Pembakar Sampah di Duren Sawit akan Ditindak Tegas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Camat Duren Sawit, Kelik Sutanto menegaskan kembali larangan membakar sampah di lingkungan permukiman. Bagi warga yang kedapatan membakar sampah akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kelik mengatakan, sosialisasi dan edukasi sudah dilakukan untuk menyampaikan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ada sanksi denda administrasi sebesar Rp 500 ribu bagi warga yang nekat membakar sampah,&#8221; ujarnya, Jumat (4\/9).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kelik menjelaskan, larangan tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk warga maupun pihak yang beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara .\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pembakaran sampah dinilai berbahaya karena dapat memicu kebakaran, seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Duren Sawit pada Rabu lalu,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, selain menyampaikan edukasi secara langsung, pihak kecamatan juga memasang dua banner larangan membakar sampah di setiap TPS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pamflet berisi imbauan dan larangan tersebut turut dibagikan kepada pengurus RW untuk diteruskan kepada warga,&#8221; ungkapnya\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kelik menegaskan, pengelola TPS juga diminta lebih peduli dan berhati-hati dalam menangani sampah serta tidak melakukan pembakaran. Jika masih ditemukan pelanggaran, petugas akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penindakan serupa juga akan dilakukan terhadap warga yang membuang sampah secara sembarangan,&#8221; bebernya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila, mengatakan, sosialisasi melibatkan unsur kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPSU, serta pengurus RT, RW, LMK, dan FKDM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Total ada 36 TPS yang ada di Kecamatan Duren Sawit. Kemarin kita sudah sosialisasi di tujuh TPS,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Ketua RW 16, Kelurahan Duren Sawit, Kokon Sukanda memastikan akan meneruskan sosialisasi dan edukasi tersebut kepada warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Warga tidak boleh membakar sampah walau hanya iseng-iseng. Apalagi setelah membakar ditinggal, api masih menyala. Kalau ditemukan kami akan telepon Satpol PP agar ditindaklanjuti,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Camat Duren Sawit, Kelik Sutanto menegaskan kembali larangan membakar sampah di lingkungan permukiman. Bagi warga yang kedapatan membakar sampah akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27765,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-27764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27766,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27764\/revisions\/27766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}