{"id":27682,"date":"2026-08-29T10:06:35","date_gmt":"2026-08-29T10:06:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27682"},"modified":"2026-08-29T10:06:35","modified_gmt":"2026-08-29T10:06:35","slug":"tak-ada-akses-darat-13-prajurit-kopasgat-diterjunkan-lewat-udara-ke-kerumutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27682","title":{"rendered":"Tak Ada Akses Darat, 13 Prajurit Kopasgat Diterjunkan Lewat Udara ke Kerumutan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Pekanbaru- Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke jantung kawasan kebakaran hutan dan lahan hutan (karhutla) di Kerumutan Kabupaten Pelalawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Misi pasukan elit TNI Angkatan Udara (AU) ini membantu pemadaman api di kawasan berstatus suaka margasatwa tersebut. Mereka diterjunkan menggunakan helikopter caracal dari Skadron Udara 8.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Lokasinya di wilayah Kerumutan, total personil Kopasgat kita terjunkan ada 13 orang,&#8221; kata Danlanud Rsn melalui Kadisops\u00a0 Kolonel Pnb Andri Setiawan, Jumat (28\/8\/29).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/content\/1787928523-6a919fcb729f5.jpg\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penerjunan pasukan dilakukan setelah Satgas Penanggulangan Karhutla menemukan adanya titik kebakaran yang berada di kawasan tanpa akses jalan. Kondisi tersebut membuat pemadaman dari darat tidak dapat dilakukan secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelum penerjunan pasukan, pihak Lanud telah berkoordinasi bersama Asops Kodam XIX\/Tuanku Tambusai, serta unsur Satgas Karhutla lainnya untuk mencari langkah cepat mengatasi titik api tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSetelah dilakukan koordinasi dengan unsur terkait, ditemukan titik api yang tidak terjangkau oleh satgas darat. Karena itu, kita menindaklanjutinya dengan menerjunkan pasukan melalui udara,\u201d jelas Andri.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/content\/1787928546-6a919fe210dae.jpg\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat helikopter tiba di lokasi, para prajurit tanpa keraguan langsung bergerak menuju titik kebakaran untuk melakukan pemadaman. Mereka dikerahkan untuk menangani api secara langsung sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanggulangan Karhutla di Riau yang dilakukan secara terpadu. Selain pengerahan pasukan darat, penanganan Karhutla juga diperkuat dengan operasi udara, seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penerjunan 13 prajurit tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan akses tidak menjadi penghalang bagi Satgas Karhutla untuk menjangkau titik-titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru- Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke jantung kawasan kebakaran hutan dan lahan hutan (karhutla) di Kerumutan Kabupaten<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27683,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,119,57,53,51,49],"tags":[],"class_list":["post-27682","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-peristiwa","category-tni"],"views":16,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27682"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27684,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682\/revisions\/27684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}