{"id":27632,"date":"2026-08-26T09:51:50","date_gmt":"2026-08-26T09:51:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27632"},"modified":"2026-08-26T09:51:50","modified_gmt":"2026-08-26T09:51:50","slug":"pedagang-ikan-di-jalan-raya-bogor-segera-direlokasi-ke-lokbin-kramat-jati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27632","title":{"rendered":"Pedagang Ikan di Jalan Raya Bogor Segera Direlokasi ke Lokbin Kramat Jati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memastikan lokasi penampungan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan ikan di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, aman dan siap digunakan. Para pedagang akan direlokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati yang saat ini sudah dirapikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi mengatakan, penataan Lokbin Kramat Jati dilakukan untuk memastikan pedagang mendapatkan tempat berjualan yang lebih nyaman dan tertata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pada prinsipnya Lokbin Kramat Jati sudah siap untuk menampung pedagang ikan yang biasa berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor, Kramat Jati,&#8221; ujarnya, saat meninjau area Lokbin Kramat Jati, Rabu (26\/8).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Refi menjelaskan, sejumlah fasilitas di Lokbin yang diperbaiki, antara lain lampu, aliran air, pintu toilet, serta area los yang akan digunakan sebagai tempat berjualan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Untuk penataan bagian luar lokasi ditangani Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, sedangkan bagian dalam dikerjakan pengelola Lokbin,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan, terdapat 193 pedagang ikan, kerang, kepiting, dan komoditas sejenis yang selama ini berjualan di Jalan Raya Bogor. Seluruhnya dipastikan dapat ditampung di Lokbin Kramat Jati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Total kios di Lokbin ini ada 143 unit. Namun area los juga akan dimanfaatkan sehingga seluruh pedagang ikan dapat tertampung,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menuturkan, untuk menyesuaikan fungsi lokasi, pedagang buah pisang dan komoditas lainnya yang saat ini berada di Lokbin Kramat Jati akan direlokasi ke Pasar Kramat Jati. Sehingga, Lokbin Kramat Jati nantinya akan difokuskan untuk aktivitas perdagangan ikan dan komoditas sejenis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Perapian area Lokbin sudah dilakukan sejak pekan lalu. Saat ini progres sudah 80 persen dan targetnya rampung akhir pekan ini,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, Lokbin Kramat Jati sudah dilengkapi 16 unit kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi pedagang dan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Melalui penataan ini kami berharap seluruh pedagang ikan dapat berjualan di dalam kawasan Lokbin agar tidak lagi menggunakan bahu maupun badan jalan di Jalan Raya Bogor,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memastikan lokasi penampungan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan ikan di sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27633,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-27632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":10,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27634,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27632\/revisions\/27634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}