{"id":27559,"date":"2026-08-22T11:49:30","date_gmt":"2026-08-22T11:49:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27559"},"modified":"2026-08-22T11:50:05","modified_gmt":"2026-08-22T11:50:05","slug":"menteri-lh-dan-kapolda-riau-turun-ke-lokasi-karhutla-kampar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27559","title":{"rendered":"Menteri LH dan Kapolda Riau Turun ke Lokasi Karhutla Kampar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Kampar<\/b>\u00a0&#8211; Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama ahli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bambang Hero Saharjo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22\/8\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bukan sekedar datang, Jumhur dan Herry melihat kondisi lahan yang terbakar sekaligus memastikan proses penanganan berjalan optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di lokasi, rombongan mengecek area terdampak, termasuk titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali. Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 4 hektare lahan terbakar dan api telah berhasil dipadamkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong, berjibaku untuk mematikan api, di mana pun kalian berada. Di sini, saya di Kabupaten Kampar, ada 4 hektare yang terbakar dan sudah dipadamkan. Sekarang tinggal pendinginan,\u201d kata Jumhur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jumhur mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Ia menyebut peningkatan titik api terjadi cukup cepat di sejumlah wilayah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/content\/1787383380-6a894e5437673.jpg\" \/><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 3.800 titik api di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dalam satu hingga dua hari terakhir sehingga data di lapangan terus mengalami perubahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Jumhur mengungkapkan sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran di wilayah konsesinya yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSekarang terindikasi sudah ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatera, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan perusahaan pemegang konsesi wajib segera melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayahnya. Secara keseluruhan, hampir 85.000 hektare lahan di wilayah konsesi di Indonesia disebut telah terbakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Bambang Hero Saharjo turut memeriksa kondisi ekologis dan karakteristik lahan yang terbakar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu menentukan langkah penanganan sekaligus mencegah api kembali meluas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BNPB, BPBD hingga masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam penanganan Karhutla tersebut, polisi juga telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTadi saya dapat laporan dari Pak Kapolres, ada satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,\u201d kata Herry.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Herry menyebut secara umum kondisi Karhutla di Riau mengalami penurunan. Namun, masih terdapat satu lokasi yang menjadi perhatian, yakni kebakaran di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kebakaran di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar 26 hari dan menghanguskan lebih dari 280 hektare lahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDi Kerumutan itu ada 280 sekian hektare yang terbakar dan hasil kolaborasi kami dengan TNI, dibantu oleh Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua\u00a0<i>stakeholder<\/i>\u00a0terkait,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Herry, kondisi lahan gambut di Kerumutan membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk dukungan operasi udara secara berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penanganan Karhutla, lanjutnya, tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pemerintah dan aparat juga menjalankan langkah mitigasi sebelum bencana serta penanganan pascakebakaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejumlah langkah pencegahan dilakukan dengan membangun embung dan sekat kanal, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cGaris besarnya adalah bagaimana kekuatan kolaborasi ini, mulai dari pra-bencana, kita sudah melakukan upaya-upaya mitigasi, membuat embung, sekat kanal, dan lain sebagainya, dan pasca-bencana,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain pemadaman, dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan melakukan pemeriksaan kesehatan secara serentak di Desa Kerumutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemeriksaan terutama menyasar anak-anak untuk mengetahui kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan asap. Petugas juga membagikan masker dan memberikan trauma healing kepada masyarakat terdampak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita melakukan pengecekan secara serentak di Desa Kerumutan, terutama untuk bisa mengecek berapa adik-adik, anak-anak kita yang terkena ISPA. Lalu kita melakukan pembagian masker, lalu juga kita melakukan trauma healing,\u201d kata Herry.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Herry mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup yang selama dua hari turut turun langsung memantau penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, ahli, pemerintah daerah dan masyarakat semakin memperkuat upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peninjauan di Kampar tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Kampar\u00a0&#8211; Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bersama ahli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bambang Hero Saharjo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27560,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,119,57,48,51],"tags":[],"class_list":["post-27559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pemerintahan","category-peristiwa"],"views":68,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27559"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27562,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27559\/revisions\/27562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}