{"id":27540,"date":"2026-08-21T09:24:34","date_gmt":"2026-08-21T09:24:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27540"},"modified":"2026-08-21T09:24:34","modified_gmt":"2026-08-21T09:24:34","slug":"pengaduan-warga-jadi-sensor-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27540","title":{"rendered":"Pengaduan Warga Jadi Sensor Sosial"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Aduan masyarakat dinilai tidak hanya dipandang sebagai keluhan. Lebih dari itu, aduan masyarakat justru dapat menjadi sensor sosial untuk mengindentifikasi persoalan sekaligus mendorong lahirnya solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal tersebut disampaikan Ketua RT 08\/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur saat menghadiri JAKI &amp; Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Jangan marahi warga kita yang cerewet. Jangan menganggap komplain itu sesuatu yang tabu. Jadikan pengaduan warga sebagai sensor sosial,&#8221; ujar Taufiq, Jumat (21\/8).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Taufiq mengatakan, komunikasi melalui\u00a0<em>WhatsApp<\/em>\u00a0masih menjadi salah satu kanal tercepat bagi warga RT 08 untuk menyampaikan persoalan. Namun, setiap aduan tidak berhenti pada penyampaian keluhan, melainkan ditindaklanjuti menjadi gerakan dan solusi di tingkat lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejumlah inovasi pun dikembangkan, di antaranya RT Online untuk meningkatkan transparansi anggaran dan komunikasi warga, sistem pengaduan berbasis QR code, hingga pemanfaatan gang sempit sebagai ruang edukasi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Taufiq, transformasi digital juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Hasil pengolahan dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam, sedangkan limbahnya diolah kembali menjadi kompos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Masalah ini bukan di pusat, tetapi ada di akar. Selama RT belum naik kelas, negara akan terus terbebani,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Taufiq juga mendorong generasi muda terlibat dalam pengelolaan pengaduan dan pengembangan inovasi di lingkungan. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan nyata, bukan sekadar mendukung aktivitas di media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan, perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Jika setiap RT mampu bergerak dan mengembangkan solusi sesuai persoalan di wilayahnya, beban pemerintah dalam menangani berbagai persoalan masyarakat juga dapat berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Indonesia bisa menjadi besar bukan dari gedung tinggi, tetapi dari lingkungan yang dijaga. Pengaduan masyarakat jangan dianggap tabu. Masalah harus dihadapi,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Aduan masyarakat dinilai tidak hanya dipandang sebagai keluhan. Lebih dari itu, aduan masyarakat justru dapat menjadi sensor sosial untuk mengindentifikasi persoalan sekaligus mendorong lahirnya solusi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27541,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-27540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":19,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27540"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27542,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27540\/revisions\/27542"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}