{"id":27155,"date":"2026-07-28T09:48:39","date_gmt":"2026-07-28T09:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27155"},"modified":"2026-07-28T09:48:39","modified_gmt":"2026-07-28T09:48:39","slug":"festival-edukasi-pilah-sampah-jadi-gerakan-kolektif-bangun-kesadaran-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27155","title":{"rendered":"Festival Edukasi Pilah Sampah Jadi Gerakan Kolektif Bangun Kesadaran Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah di Plaza Lokomotif, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Festival yang mengusung tema \u2018Pilah Sampahnya, Jaga Destinasinya!\u2019 menjadi gerakan edukasi dan aksi nyata membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya, sekaligus mewujudkan destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Festival tersebut terbuka bagi masyarakat umum dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga kelompok masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Secara khusus, kegiatan ini juga diikuti oleh siswa-siswi SMAN 105 Jakarta, Kader PKK, dan perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Ceger, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan destinasi wisata secara berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara partisipatif, interaktif, dan menghibur agar masyarakat dapat belajar mengenai pengelolaan sampah dengan cara yang menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata, Triatin Permanik mengatakan, festival ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyampaikan, Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah bukan sekadar festival biasa, melainkan sebuah gerakan konkret untuk mengedukasi masyarakat agar mampu memilah sampah organik, anorganik, dan residu secara benar di kawasan wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMelalui tindakan sederhana ini, masyarakat turut berperan menjaga estetika, meningkatkan kualitas destinasi wisata, serta memastikan kawasan wisata di DKI Jakarta tetap bersih, nyaman, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,&#8221; ujarnya, Selasa (28\/7).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap, melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelajar, dan masyarakat, Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah dapat melahirkan semakin banyak agen perubahan yang konsisten menerapkan gaya hidup minim sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cLangkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya destinasi wisata Jakarta yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai bagian dari masa depan pariwisata Indonesia,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai informasi, festival diawali dengan pawai dan kirab kampanye pemilahan sampah yang mengelilingi kawasan TMII, dimeriahkan oleh penampilan Marching Band, kesenian tradisional Bedug Doll, serta Komunitas Betawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti gelar wicara lingkungan yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Beberapa tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya aktivis lingkungan Jerhemy Owen, perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Waste4Change, serta Taufiq Yusuf dari Alam Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas destinasi wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tak hanya memperoleh wawasan, peserta juga dapat mengikuti tiga lokakarya ekologi kreatif, yakni Workshop Plastic Press, Workshop Minyak Jelantah \u2013 Sabun da Workshop Palstic Beads yang memberikan pengalaman langsung dalam memilah serta mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Suasana festival juga semakin semarak melalui kolaborasi seni budaya dan pertunjukan pawai Trash Percussion, Bedug Doll dan Tarian Theatrical yang memanfaatkan alat musik dari bahan-bahan daur ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni tiga dimensi yang menggambarkan masa depan destinasi wisata pada tahun 2030, serta berpartisipasi pada Dinding Komitmen Bersama dengan menandatangani deklarasi kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai bentuk penerapan prinsip ramah lingkungan, festival turut menghadirkan bazar UMKM yang menampilkan produk-produk lokal berkualitas dari pelaku usaha kreatif dengan semangat keberlanjutan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Festival Edukasi Pilah-Pilih Sampah di Plaza Lokomotif, Taman Mini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-27155","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":22,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27157,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27155\/revisions\/27157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}