{"id":27114,"date":"2026-07-25T06:25:18","date_gmt":"2026-07-25T06:25:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27114"},"modified":"2026-07-25T06:25:18","modified_gmt":"2026-07-25T06:25:18","slug":"festival-ciliwung-jadi-ajang-kampanye-pelestarian-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27114","title":{"rendered":"Festival Ciliwung Jadi Ajang Kampanye Pelestarian Sungai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin membuka Festival Ciliwung ke-7 bertajuk &#8216;Dari Budaya Kita Selamatkan Alam&#8217; di Padepokan Ciliwung Condet, Balekambang, Kramat Jati, Sabtu (25\/7).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Festival ini menjadi wadah gerakan budaya dan lingkungan untuk menghidupkan kembali Sungai Ciliwung sebagai nadi kehidupan sekaligus warisan peradaban bagi generasi mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam sambutannya, Munjirin mengapresiasi konsistensi para pegiat lingkungan, khususnya komunitas Padepokan Ciliwung yang dipimpin Ahmad Maulana atau Bang Lantur dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat ini, kata Munjirin, semakin sedikit orang yang bersedia mengabdikan diri guna merawat lingkungan. Sehingga berbagai upaya yang dilakukan pegiat lingkungan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya mengapresiasi dan sangat mendukung apa yang telah dikerjakan Bang Lantur. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tergugah untuk bersama-sama menggerakkan pelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang Kali Ciliwung,&#8221; ujar Munjirin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menuturkan, Sungai Ciliwung yang dahulu identik sebagai tempat pembuangan sampah kini mulai berbenah berkat peran aktif komunitas dan pegiat lingkungan yang terus mengedukasi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di sisi lain, Munjirin juga mengingatkan warga mendukung kebijakan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengelola sampah sejak dari rumah dengan memilahnya sesuai jenis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sampah organik bisa diolah melalui biopori, komposter, atau maggot. Sampah anorganik disetor ke bank sampah, sedangkan sampah B3 juga dapat disalurkan melalui bank sampah untuk diteruskan ke pengelola yang berwenang,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Munjirin, jika seluruh warga menerapkan pemilahan sampah dengan baik, Sungai Ciliwung akan menjadi ruang publik yang bersih, asri, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap, Festival Ciliwung terus berkembang setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga budaya Betawi di kawasan Condet dan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semoga festival ini semakin berkembang, semakin ramai, dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga lingkungan di sepanjang Kali Ciliwung,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin membuka Festival Ciliwung ke-7 bertajuk &#8216;Dari Budaya Kita Selamatkan Alam&#8217; di Padepokan Ciliwung Condet, Balekambang, Kramat Jati, Sabtu (25\/7). Festival<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,110,53,48,40],"tags":[],"class_list":["post-27114","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-parawisata","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":26,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27116,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27114\/revisions\/27116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}