{"id":27101,"date":"2026-07-24T08:36:16","date_gmt":"2026-07-24T08:36:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27101"},"modified":"2026-07-24T08:36:16","modified_gmt":"2026-07-24T08:36:16","slug":"tekan-sampah-makanan-warga-diajak-bijak-kelola-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27101","title":{"rendered":"Tekan Sampah Makanan, Warga Diajak Bijak Kelola Pangan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengurangan sampah dari sumber dengan mengajak masyarakat mengelola pangan secara lebih bijak. Langkah ini penting karena sisa makanan masih menjadi bagian terbesar dari sampah organik yang setiap hari harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah oleh pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pengurangan sisa makanan atau\u00a0<em>food waste<\/em>\u00a0dari rumah tangga dan tempat usaha akan memberikan dampak langsung terhadap berkurangnya beban sistem pengelolaan sampah kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSemakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,\u201d ujarnya, Jumat (24\/7).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyampaikan, melalui Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah, masyarakat didorong untuk merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang, memanfaatkan bahan pangan yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dudi menjelaskan, gerakan yang dilaksanakan bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development atau IBCSD tersebut juga melibatkan komunitas serta pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan katering atau HORECA. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyebut, Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari saat ini. Hampir separuh dari jumlah tersebut merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, masyarakat dapat berkontribusi melalui langkah sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, mengolah kembali bahan pangan yang masih layak, serta memisahkan sampah organik dan anorganik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Executive Director IBCSD, Indah Budiani mengatakan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan mendorong masyarakat memandang sisa makanan sebagai persoalan yang dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peluncuran gerakan tersebut diawali dengan kegiatan Demo Masak Bapak-Bapak Bijak Pangan yang menampilkan para pria mengolah bahan pangan tersisa menjadi hidangan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengelolaan pangan bukan hanya tanggung jawab perempuan, melainkan tanggung jawab seluruh anggota keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMasyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta. Selain mengurangi sampah, pengelolaan pangan yang bijak juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperkuat kepedulian sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diharapkan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMelalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, jumlah sisa makanan yang berakhir menjadi sampah dapat terus ditekan sejak dari sumber,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengurangan sampah dari sumber dengan mengajak masyarakat mengelola pangan secara lebih bijak. Langkah ini penting karena sisa makanan masih<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27102,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,37,73,119],"tags":[],"class_list":["post-27101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-kesehatan","category-komunikasi","category-lingkungan"],"views":32,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27103,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27101\/revisions\/27103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}