{"id":27092,"date":"2026-07-23T08:25:39","date_gmt":"2026-07-23T08:25:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27092"},"modified":"2026-07-23T08:25:39","modified_gmt":"2026-07-23T08:25:39","slug":"urai-kemacetan-cakung-pemprov-dki-buka-parkir-kontainer-gratis-di-terminal-tanah-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=27092","title":{"rendered":"Urai Kemacetan Cakung, Pemprov DKI Buka Parkir Kontainer Gratis di Terminal Tanah Merdeka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani masalah kemacetan panjang di kawasan Cakung-Cilincing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, kemacetan disebabkan adanya penumpukan peti kemas di depo akibat tingginya volume barang impor yang tidak sebanding dengan ekspor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kemacetan yang terjadi karena disebabkan antara yang masuk dan yang keluar itu tidak\u00a0<em>balance<\/em>,&#8221; kata Pramono di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (23\/7).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Pram, sapaan akrabnya, menurunnya aktivitas ekspor menyebabkan banyak kontainer yang kosong sehingga terjadi penumpukan peti kosong di depo peti kemas. Kondisi ini menyebabkan kendaraan truk mengantre dan memenuhi badan jalan sehingga terjadi kemacetan panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Karena itu, Pramono mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan, Budi Awaludin, agar melarang armada truk peti kemas yang tak terisi parkir di pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemprov DKI pun menyiapkan Terminal Tanah Merdeka sebagai\u00a0<em>buffer zone<\/em>\u00a0sementara bagi truk dan kontainer. Dengan demikian, kemacetan di sepanjang jalan tersebut akan terurai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai\u00a0<em>buffer zone<\/em>,&#8221; kata Pramono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan diskresi pembebasan tarif masuk selama 22 Juli hingga 5 Agustus 2026. Pramono menyebut, Terminal Tanah Merdeka mampu menampung hingga 200 truk kontainer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan demikian, kendaraan dapat menunggu di dalam area terminal secara gratis dan tidak lagi mengantre serta memenuhi badan jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami meminta kepada siapapun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh Gubernur untuk parkirnya di Tanah Merah,&#8221; ucap Pramono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sekadar diketahui, selain menyiapkan Terminal Tanah Merdeka, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani masalah kemacetan tersebut. Salah satunya yakni menggandeng Pelindo dalam mengoptimalkan kapasitas penampungan kontainer di dalam kawasan pelabuhan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani masalah kemacetan panjang di kawasan Cakung-Cilincing. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, kemacetan disebabkan adanya penumpukan peti<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27093,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-27092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":36,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27094,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27092\/revisions\/27094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}