{"id":26601,"date":"2026-06-20T08:42:38","date_gmt":"2026-06-20T08:42:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26601"},"modified":"2026-06-20T08:42:45","modified_gmt":"2026-06-20T08:42:45","slug":"jaga-gambut-tetap-basah-menteri-lh-perkuat-sekat-kanal-di-pelalawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26601","title":{"rendered":"Jaga Gambut Tetap Basah, Menteri LH Perkuat Sekat Kanal di Pelalawan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u00a0&#8211; Kementerian Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) bergerak cepat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau di Provinsi Riau. Menteri LH\/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat memimpin langsung penguatan kolaborasi lintas sektor di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Kampar\u2013Sungai Gaung, Kabupaten Pelalawan, Kamis (18\/6).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Langkah strategis ini mengintegrasikan tata kelola air melalui pembangunan sekat kanal, pemulihan kawasan penyangga (<i>buffer zone<\/i>), dan pembentukan budaya ekologis masyarakat sebagai solusi jangka panjang perlindungan gambut nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKabupaten Pelalawan menjadi wilayah prioritas pengendalian karhutla nasional karena memiliki bentang lahan gambut yang sangat luas di dalam KHG Sungai Kampar\u2013Sungai Gaung. Di Pulau Mendol dan Desa Pulau Muda, kolaborasi bersama BNPB, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Daerah, Kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat kita untuk memastikan ekosistem gambut tetap basah,\u201d kata Menteri Jumhur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Upaya pembasahan ini mendesak karena dari 13,36 juta hektare lahan gambut di Indonesia, sekitar 3,31 juta hektare di antaranya telah rusak dan membutuhkan pemulihan terencana. Menteri Jumhur menegaskan bahwa disiplin tata kelola air menjadi kunci utama pencegahan karhutla.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kedatangan saya ke sini bersama BNPB dan Kementerian Kehutanan, dengan Pak Bupati tentunya, dengan Pak Kapolda, itu adalah untuk menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah membangun sekat-sekat kanal, membuat semacam bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar di sini. Itu adalah bagian daripada upaya untuk memitigasi agar bencana kebakaran lahan itu bisa dikurangi,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Guna mengoptimalkan perlindungan, KLH\/BPLH menerapkan pemantauan air tanah secara\u00a0<i>real-time<\/i>\u00a0dan praktik water sharing untuk menjaga kelembapan gambut di puncak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">musim kemarau. Langkah ini mendesak karena dari kebutuhan ideal 538.568 unit sekat kanal di tujuh provinsi rawan, saat ini baru tersedia sekitar 45.430 unit untuk mengamankan 269.284 kilometer kanal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Merespons kurangnya jumlah sekat kanal tersebut, KLH\/BPLH mempercepat pembangunan infrastruktur hidrologi dan memperkuat Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) berbasis 3R (Rewetting, Revegetasi, Revitalisasi Ekonomi) di 2.354 desa. Sinergi ini didukung penuh oleh pelaku usaha, salah satunya APP Group.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dukungan serupa juga datang dari akar rumput melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti. Marlizar, perwakilan MPA, menegaskan kesiapan masyarakat yang terus waspada dan bergerak aktif melakukan pengawasan lapangan setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ya, kami siap mendukung apa pun dari pemerintah maupun pihak perusahaan yang bisa untuk mengatasi kebakaran ini. Untuk mengatasinya, kami setiap hari melakukan patroli bersama masyarakat. Semoga dengan kedatangan Pak Menteri ke sini semakin banyak sekat kanal yang dibangun karena sangat penting untuk mencegah kebakaran,&#8221; ungkap Marlizar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menteri Jumhur mengajak kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, dan seluruh masyarakat untuk bergerak bersama di lapangan. Kolaborasi nyata dan kesadaran kolektif adalah kunci utama menjaga gambut tetap basah demi mencegah karhutla dan melindungi keselamatan bersama.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0&#8211; Kementerian Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH\/BPLH) bergerak cepat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau di Provinsi Riau. Menteri LH\/Kepala<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26602,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-26601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":50,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26603,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26601\/revisions\/26603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}