{"id":26465,"date":"2026-06-11T03:58:29","date_gmt":"2026-06-11T03:58:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26465"},"modified":"2026-06-11T03:58:29","modified_gmt":"2026-06-11T03:58:29","slug":"lagu-lagu-piala-dunia-fifa-dari-masa-ke-masa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26465","title":{"rendered":"Lagu-lagu Piala Dunia FIFA dari masa ke masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta &#8211; Beberapa Lagu yang terinspirasi Piala Dunia telah dirilis sejak tahun 1962, tetapi tidak semuanya diadopsi menjadi <em>soundtrack<\/em>\u00a0resmi turnamen empat tahunan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Federasi Internasional Sepak Bola FIFA (<em>F\u00e9d\u00e9ration Internationale de Football Association<\/em>) baru mengadopsi lagu\u00a0<em>soundtrack\u00a0<\/em>resmi turnamen mulai tahun 1990 menurut publikasi\u00a0<em>Billboard.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Piala Dunia 2022 di Qatar menandai kali pertama turnamen empat tahunan itu menggunakan\u00a0<em>soundtrack<\/em>\u00a0multi-lagu dengan artis-artis internasional yang menampilkan beragam genre musik dari seluruh dunia menurut FIFA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian FIFA melanjutkan pola tersebut empat tahun kemudian, bekerja sama dengan artis seperti LISA, Jelly Roll, Burna Boy, dan lainnya guna menyusun koleksi lagu untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berikut ini lagu-lagu tema Piala Dunia FIFA sejak tahun sejak tahun 1990.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">1. &#8220;Un\u2019estate italiana (To Be Number One)&#8221; &#8211; 1990<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lagu &#8220;Un\u2019estate italiana (To Be Number One)&#8221; yang dibawakan oleh Edoardo Bennato dan Gianna Nannini dalam bahasa Italia dan Giorgio Moroder Project dalam bahasa Inggris merupakan lagu resmi Piala Dunia yang diadakan di Italia pada tahun 1990.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">2. &#8220;Gloryland&#8221; &#8211; 1994<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Piala Dunia 1994 yang diadakan di Amerika Serikat menggunakan &#8220;Gloryland&#8221; sebagai lagu resmi. Lagu yang penuh perasaan ini dibawakan oleh musisi rock, R&amp;B, dan\u00a0<em>soul<\/em>\u00a0Daryl Hall bersama ansambel vokal dan instrumental Sounds of Blackness.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">3. &#8220;La Copa de la Vida&#8221;\/&#8221;Cup of Life&#8221; &#8211; 1998<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lagu resmi Piala Dunia 1998 di Prancis berjudul &#8220;La Copa de la Vida&#8221; atau &#8220;Cup of Life.&#8221; Lagu karya Ricky Martin itu direkam dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Ricky Martin, \u200b\u200b\u200b\u200bpenyanyi asal Puerto Riko, memenangkan penghargaan Grammy untuk penampilan pop Latin terbaik berkat lagu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain merilis lagu resmi, FIFA merilis\u00a0<em>anthem<\/em>\u00a0berjudul &#8220;La Cour des Grands (Do You Mind If I Play)&#8221; yang dibawakan oleh Youssou N&#8217;Dour dan Axelle Red untuk Piala Dunia 1998.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">4 &#8220;Boom&#8221; &#8211; 2002<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam ajang Piala Dunia 2022 yang siselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang, FIFA merilis lagu resmi berjudul &#8220;Boom&#8221; dari artis Anastacia dan lagu kebangsaan resmi &#8220;Anthem&#8221; dari Vangelis. Selain itu, organisasi menetapkan lagu &#8220;Let&#8217;s Get Together&#8221; yang dibawakan oleh artis-artis lokal sebagai lagu resmi lokal turnamen tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">5. &#8220;The Time of Our Lives&#8221; &#8211; 2006<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Piala Dunia 2006 yang diadakan di Jerman menjadikan &#8220;The Time of Our Lives&#8221; karya Il Divo dan Toni Braxton sebagai lagu resmi dan &#8220;Zeit dass sich was dreht (Rayakan Hari Itu)&#8221; karya Herbert Gr\u00f6nemeyer yang menampilkan Amadou &amp; Mariam sebagai lagu kebangsaan resmi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">6. &#8220;Waka Waka (This Time for Africa)&#8221; &#8211; 2010<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menggunakan tiga lagu pengiring turnamen, yang terdiri atas lagu resmi, lagu maskot resmi, dan lagu kebangsaan resmi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lagu resminya adalah &#8220;Waka Waka (This Time For Africa)&#8221; dalam bahasa Spanyol dan Inggris yang dibawakan oleh bintang Kolombia, Shakira, bersama Freshlyground.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Waka Waka (This Time For Africa)&#8221; sempat menjadi fenomena global. Lagu ini telah diputar 4,5 miliar kali lebih di kanal YouTube resmi Shakira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lagu maskot resmi dalam Piala Dunia 2010 berjudul &#8220;Game On&#8221;, yang dibawakan oleh Pitbull, TKZee, dan Dario G, sementara lagu kebangsaannya &#8220;Sign of a Victory&#8221; dinyanyikan oleh R. Kelly\u00a0<em>featuring<\/em>\u00a0Soweto Spiritual Singers.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">7. &#8220;We are One (Ole Ola)&#8221; &#8211; 2014<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pitbull, Jennifer Lopez, dan bintang Brasil Claudia Leitte berkolaborasi membawakan lagu resmi Piala Dunia 2014 yang berjudul &#8220;We are One\/Ole Ola.&#8221; Lagu berirama samba itu dibawakan dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Spanyol, dan Portugis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, ada lagu maskot resmi berjudul &#8220;Tatu Bom de Bola&#8221; yang dinyanyikan dalam bahasa Portugis oleh Arlindo Cruz dan lagu kebangsaan resmi &#8220;Dar um Jeito (We Will Find a Way)&#8221; dari Carlos Santana, yang menampilkan Wyclef, Avicii, dan Alexandre Pires.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">8. &#8220;Live it Up&#8221; &#8211; 2018<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">FIFA hanya merilis satu lagu resmi berjudul &#8220;Live it Up&#8221; yang dibawakan oleh Nicky Jam dengan menampilkan Will Smith dan Era Istrefi untuk Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia. Lagu itu direkam dalam bahasa Spanyol dan Inggris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">9. &#8220;Hayya Hayya (Better Together)&#8221;, &#8220;Dreamers&#8221; &#8211; 2022<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">FIFA merilis &#8220;Hayya Hayya (Better Together)&#8221; sebagai lagu resmi pertama Piala Dunia 2022 di Qatar. Lagu pembangkit semangat ini dibawakan oleh Trinidad Cardona, Davido, dan Aisha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah itu, federasi merilis lagu &#8220;Tukoh Taka&#8221; karya Nicki Minaj, Maluma, dan Myriam Fares; &#8220;Arhbo&#8221; karya Ozuna, Gims, dan RedOne; &#8220;Light the Sky&#8221; karya Balqees, Nora Fatehi, Rahma Riad, dan Manal; serta &#8220;Dreamers&#8221; karya Jung Kook dari grup K-pop BTS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">10. &#8220;Dai Dai&#8221;, &#8220;Lighter&#8221;, Por Ella&#8221; &#8211; 2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><em>Soundtrack<\/em>\u00a0Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mencakup lagu &#8220;Lighter&#8221; dari Jelly Roll dan Car\u00edn Leon, &#8220;Por Ella&#8221; dari Los \u00c1ngeles Azules dan Belinda, dan &#8220;Echo&#8221; dari Daddy Yankee dan Shenseea.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Jessie Reyez dan Elyanna menyumbangkan &#8220;Illuminate,&#8221; LISA, Anitta, dan Rema membawakan &#8220;Goals,&#8221; dan Shakira berkolaborasi bersama Burna Boy menampilkan lagu berjudul &#8220;Dai Dai.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lagu &#8220;Dai Dai&#8221; menurut FIFA juga dihadirkan untuk mendukung Dana Pendidikan Warga Global FIFA, yang bertujuan untuk mengumpulkan 100 juta dolar AS pada akhir turnamen dalam upaya membantu anak-anak di seluruh dunia mengakses pendidikan berkualitas dan kesempatan bermain sepak bola.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta &#8211; Beberapa Lagu yang terinspirasi Piala Dunia telah dirilis sejak tahun 1962, tetapi tidak semuanya diadopsi menjadi soundtrack\u00a0resmi turnamen empat tahunan itu. Federasi Internasional<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26466,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,31,40],"tags":[],"class_list":["post-26465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-olah-raga","category-seni-budaya"],"views":9,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26467,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26465\/revisions\/26467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}