{"id":26425,"date":"2026-06-08T09:10:06","date_gmt":"2026-06-08T09:10:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26425"},"modified":"2026-06-08T09:10:06","modified_gmt":"2026-06-08T09:10:06","slug":"sman-12-pekanbaru-sabet-juara-pertama-pengumpul-sampah-terbanyak-di-stadion-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26425","title":{"rendered":"SMAN 12 Pekanbaru Sabet Juara Pertama Pengumpul Sampah Terbanyak di Stadion Utama"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u00a0\u2013 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 12 Pekanbaru mengukir prestasi gemilang dalam aksi sosial penyelamatan lingkungan di Kota Bertuah. Sekolah yang berlokasi di Jalan Ketitiran, Garuda Sakti KM 3 ini dinobatkan sebagai pemenang pertama untuk kategori pengumpulan sampah terbanyak dalam rangka menyemarakkan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau, Sabtu (6\/6\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam aksi gotong royong massal tersebut, para siswa dari SMAN 12 Pekanbaru tampil sangat progresif dengan menyisir seluruh sudut kompleks stadion hingga berhasil mengumpulkan total 106,6 kilogram sampah.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/content\/1780727189-6a23bd952ef4b.jpg\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Atas dedikasi dan semangat heroisme lingkungannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan apresiasi berupa piala serta uang tunai senilai Rp1 juta yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, M. Job Kurniawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">M. Job Kurniawan memberikan acungan jempol dan menilai bahwa gerakan yang ditunjukkan oleh generasi muda ini harus menjadi pemantik awal untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat luas agar lebih peduli terhadap ekosistem sekitar. Menurutnya, aksi konkret di lapangan jauh lebih berdampak dalam membentuk karakter peduli lingkungan dibandingkan sekadar teori di dalam ruang kelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Volume 106,6 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan oleh siswa SMA Negeri 12 Pekanbaru ini tentu bukan angka yang kecil untuk ukuran pembersihan fasilitas publik dalam satu pagi. Kami berharap momentum ini membuat anak-anak kita semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, yang paling minimal dimulai dari komitmen diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan,&#8221; ujar M. Job Kurniawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rasa bangga dan haru juga diutarakan oleh perwakilan siswa SMAN 12 Pekanbaru, Nadia, yang mengaku sama sekali tidak menyangka aksi spontanitas sekolahnya akan membuahkan penghargaan tertinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami sangat kaget saat pembawa acara mengumumkan sekolah kami sebagai juara pertama, terima kasih kepada Pemprov Riau atas apresiasi berharga ini. Melalui aksi turun ke lapangan ini, kami sadar bahwa sampah yang setiap hari dibuang sembarangan ternyata jika dikumpulkan massal volumenya bisa sangat mengerikan,&#8221; ungkap Nadia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Persaingan dalam kategori pengumpulan sampah terbanyak secara umum berlangsung sangat ketat antar-elemen peserta. Berdasarkan data resmi kepanitiaan, posisi juara kedua berhasil dirangkul oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau yang sukses mengamankan sampah seberat 70,3 kilogram. Lalu, disusul oleh perwakilan kelompok masyarakat atas nama Samsuar di peringkat ketiga dengan torehan 65,6 kilogram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain kategori umum, panitia DLHK Riau juga membagi perlombaan ke dalam sub-kategori sampah anorganik terbanyak untuk memilah limbah daur ulang. Pada kelas ini, komunitas\u00a0<i data-path-to-node=\"7\" data-index-in-node=\"172\">Green Generation<\/i>\u00a0keluar sebagai juara pertama dengan berat 38,2 kilogram, diikuti oleh SMA Negeri 5 Pekanbaru di posisi kedua dengan 26,8 kilogram, serta SMA Negeri 4 Pekanbaru di tempat ketiga dengan bobot sampah mencapai 23,6 kilogram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, untuk kategori pengumpulan sampah organik terbanyak, peringkat pertama sukses disabet oleh para pelajar SMP Negeri 42 Pekanbaru yang berhasil mengumpulkan 28,2 kilogram materi organik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Posisi juara kedua diraih oleh utusan kelompok masyarakat atas nama Susilo dengan catatan berat 21,7 kilogram, dan ditutup oleh SMA Negeri 16 Pekanbaru di urutan ketiga dengan total berat sampah organik mencapai 20 kilogram.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0\u2013 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 12 Pekanbaru mengukir prestasi gemilang dalam aksi sosial penyelamatan lingkungan di Kota Bertuah. Sekolah yang berlokasi di Jalan Ketitiran,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26426,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,53,48,38],"tags":[],"class_list":["post-26425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":6,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26427,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26425\/revisions\/26427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}