{"id":26407,"date":"2026-06-08T08:36:40","date_gmt":"2026-06-08T08:36:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26407"},"modified":"2026-06-08T08:36:40","modified_gmt":"2026-06-08T08:36:40","slug":"warga-kepulauan-sangihe-mengungsi-akibat-gempa-magnitudo-77","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26407","title":{"rendered":"Warga Kepulauan Sangihe mengungsi akibat gempa magnitudo 7,7"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Manado &#8211; Sejumlah warga di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, mulai mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai Filipina Selatan, Senin pagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang dan di pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">BMKG mencatat gempa dengan episenter terletak pada koordinat 5,80\u00b0 LU ; 125,14\u00b0 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 km.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jufry yang juga PNS di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe itu mengajak warga untuk tetap tenang dan tidak panik, serta jika ada yang perlu mengungsi agar tetap memperhatikan anggota keluarga masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Memang gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah,&#8221; tandas pria tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gempa magnitudo 7,7 itu terjadi pada pukul 06.37.42 WIB di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diakibatkan subduksi lempeng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,&#8221; kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam rilis yang dibagikan dalam grup percakapan &#8216;BMKG dan Stakeholders&#8217; pada pukul 08.18 WITA di Manado.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (<em>thrust fault<\/em>).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gempa bumi ini dirasakan juga di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI. Kemudian di Kabupaten Gorontalo Utara dengan skala intensitas III-IV MMI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selanjutnya, di Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah dengan skala intensitas III MMI.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Manado &#8211; Sejumlah warga di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, mulai mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26408,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,51,78],"tags":[],"class_list":["post-26407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-peristiwa","category-sulawesi-utara"],"views":6,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26407"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26409,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26407\/revisions\/26409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}