{"id":26346,"date":"2026-06-04T11:04:07","date_gmt":"2026-06-04T11:04:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26346"},"modified":"2026-06-04T11:04:07","modified_gmt":"2026-06-04T11:04:07","slug":"jakarta-jadi-role-model-pelayanan-terpadu-pelindungan-perempuan-dan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26346","title":{"rendered":"Jakarta Jadi Role Model Pelayanan Terpadu Pelindungan Perempuan dan Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang program percontohan penyelenggaraan pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak di Provinsi DKI Jakarta, di gedung Grha Ali Sadikin, Kamis (4\/6).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2024 yang merupakan turunan dari Undang-Undang TPKS Nomor 12 Tahun 2022. Melalui program ini, lintas kementerian dan Pemprov DKI berkomitmen menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pramono pun menyambut baik program ini dan berkomitmen memastikan pelaksanaannya berjalan baik di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk secara sungguh-sungguh menerima mandat ini, percontohan ini, dan kami akan kerjakan termasuk semuanya, sampai selesai tahun 2029 juga akan kami kerjakan,&#8221; ujar Pramono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut dia, program ini penting dilaksanakan untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat ini, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengimplementasikan program ini di berbagai infrastruktur yang sudah ada, termasuk sistem transportasi publik yang ramah perempuan dan anak seperti Transjakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami menggarisbawahi bahwa semua fasilitas itu harus ramah anak, ramah perempuan, dan ramah disabilitas,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk memaksimalkan implementasi program ini, Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan pemanfaatan sistem digitalisasi, seperti aplikasi JAKI dan\u00a0<em>Smart City<\/em>. Pramono berharap pelaksanaan program ini benar-benar memberikan manfaat dan berpihak kepada korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami tentunya akan menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh. Yang terpenting adalah target penanganan awal maksimal 1 x 24 jam sejak pengaduan diterima dapat benar-benar terlaksana,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menjelaskan, penandatangan SKB ini sebagai bentuk komitmen tanggung jawab negara dalam menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Perempuan dan juga Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2024 menunjukkan, 1 dari 4 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya untuk mereka yang berusia 15 sampai 64 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Begitu juga dengan anak perempuan, tercatat sebanyak 51,72 persen anak usia 13-17 tahun pernah mengalami salah satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya. Sedangkan untuk anak laki-laki usia 13-17 tahun tercatat sebanyak 41,83 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, Jakarta dipilih menjadi kota percontohan karena sebagai ibu kota dan pusat aktivitas masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kenapa kami pilih DKI Jakarta? Karena sebagai ibu kota dan pusat aktivitas, Jakarta memiliki dinamika sosial yang tinggi dan tantangan perlindungan yang mempresentasikan kompleksitas nasional,&#8221; kata Arifah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Jakarta juga memiliki fasilitas layanan kesehatan, hukum dan psikososial yang lengkap, serta kapasitas kelembagaan yang memadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi korban yang harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan,&#8221; lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menyambut baik penandatanganan SKB antara kementerian, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang menjadi korban tindak pidana perlu diberikan secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Harapan kita, dengan adanya pelayanan ini, masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang menjadi korban, dapat benar-benar terlayani dengan baik,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang program percontohan penyelenggaraan pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak di Provinsi DKI Jakarta, di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26347,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,53,48],"tags":[],"class_list":["post-26346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":6,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26348,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26346\/revisions\/26348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}