{"id":26293,"date":"2026-06-01T10:55:33","date_gmt":"2026-06-01T10:55:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26293"},"modified":"2026-06-01T10:55:33","modified_gmt":"2026-06-01T10:55:33","slug":"presiden-serukan-transformasi-menuju-ekonomi-berdasarkan-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26293","title":{"rendered":"Presiden serukan transformasi menuju ekonomi berdasarkan Pancasila"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta\u00a0 &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya mengatakan perlunya dilakukan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi yang sepenuhnya berdasarkan Pancasila yang memastikan pemerataan kesejahteraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peringatan Hari Lahir Pancasila dipantau daring dari Jakarta, Senin, Presiden Prabowo Subianto menyoroti di tengah pertumbuhan ekonomi masih belum dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia dan untuk itu perlu dilakukan transformasi bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila. Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila? Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional,&#8221; kata Presiden.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Presiden memberikan contoh bagaimana kekayaan alam Indonesia adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran bangsa dan dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oleh karena itu, kata Prabowo, pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya harus menghasilkan angka statistik, tetapi juga terwujud nyata untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal itu, menurut Presiden, terimplementasi mulai dari pemberian gizi kepada kelompok yang paling rentan, bantuan pupuk kepada petani, akses pasar yang lebih baik untuk nelayan dan perlindungan untuk pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Prabowo menyebut ekonomi Indonesia harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat dan tidak hanya menguntungkan segelintir orang saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita,&#8221; kata Prabowo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Secara khusus Prabowo menyebut Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan negara mengelola kekayaan alam dan cabang produksi penting untuk kepentingan khalayak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tidak hanya itu, ekonomi Indonesia juga harus berdasarkan keadilan sosial yang memastikan pemerataan ekonomi dan kemajuan dirasakan seluruh pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,&#8221; tutur Prabowo Subianto.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta\u00a0 &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya mengatakan perlunya dilakukan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi yang sepenuhnya berdasarkan Pancasila yang memastikan pemerataan kesejahteraan. Peringatan Hari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26294,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,45,53,48],"tags":[],"class_list":["post-26293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":10,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26293"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26295,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26293\/revisions\/26295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}