{"id":26211,"date":"2026-05-26T08:19:48","date_gmt":"2026-05-26T08:19:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26211"},"modified":"2026-05-26T08:19:48","modified_gmt":"2026-05-26T08:19:48","slug":"kabar-kurang-sedap-harga-tbs-sawit-swadaya-riau-turun-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26211","title":{"rendered":"Kabar Kurang Sedap! Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun Lagi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u00a0&#8211; Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau mengalami penurunan tajam pada periode 27 Mei-2 Juni 2026. Penurunan harga kali ini dipicu melemahnya harga minyak sawit mentah atau\u00a0<i>crude palm oil<\/i>\u00a0(CPO) serta kernel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rapat penetapan harga minggu ke-18 tahun 2026 digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga pada 26 Mei 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan penetapan harga TBS kali ini tetap mengacu pada regulasi terbaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPenetapan harga TBS kelapa sawit minggu ke-18 tahun 2026 (periode 27 Mei\u20132 Juni 2026) telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144\/Kpts.\/PP.320\/E\/12\/2025,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, sistem penetapan harga menggunakan rentang umur tanaman 3 hingga 30 tahun berdasarkan tabel rendemen hasil kajian PPKS Medan yang disepakati tim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan hasil rapat, penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp147,79 per kilogram atau turun sekitar 3,83 persen dibandingkan periode sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp3.709,35\/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang sebesar Rp26,09\/Kg,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Vera, penurunan harga minggu ini lebih disebabkan oleh turunnya harga CPO dan kernel secara bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,87 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp716,00\/kg dan kernel minggu ini turun sebesar Rp85,44\/kg dari minggu lalu,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam proses penetapan harga, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Karena itu, penetapan harga menggunakan harga rata-rata tim maupun acuan KPBN sesuai ketentuan yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAda beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,\u201d paparnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp15.344,00 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp15.311,00 per kilogram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meski harga TBS mengalami penurunan cukup tajam, Dinas Perkebunan Riau memastikan perbaikan tata kelola penetapan harga terus dilakukan agar sesuai regulasi dan berkeadilan bagi seluruh pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, komitmen seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau diharapkan tetap mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKomitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,\u201d tutupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 27 Mei\u20132 Juni 2026:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 3 tahun Rp2.880,14\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 4 tahun Rp3.207,10\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 5 tahun Rp3.436,66\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 6 tahun Rp3.567,44\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 7 tahun Rp3.648,31\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 8 tahun Rp3.691,88\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 9 tahun Rp3.709,35\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 10\u201320 tahun Rp3.673,25\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 21 tahun Rp3.613,85\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 22 tahun Rp3.544,77\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 23 tahun Rp3.466,20\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 24 tahun Rp3.406,55\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 25 tahun Rp3.357,81\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 26 tahun Rp3.340,18\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 27 tahun Rp3.313,13\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 28 tahun Rp3.261,68\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 29 tahun Rp3.223,72\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Umur 30 tahun Rp3.136,95\/Kg<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara indeks K ditetapkan sebesar 92,87 persen, BOTL 0,48 persen, harga CPO Rp14.598,00\/Kg, harga kernel Rp15.277,56\/Kg, dan harga cangkang Rp26,09\/Kg.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0&#8211; Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau mengalami penurunan tajam pada periode 27 Mei-2 Juni 2026. Penurunan harga kali<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26212,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,73,57,48],"tags":[],"class_list":["post-26211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pemerintahan"],"views":4,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26213,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26211\/revisions\/26213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}