{"id":26178,"date":"2026-05-23T12:10:43","date_gmt":"2026-05-23T12:10:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26178"},"modified":"2026-05-23T12:10:43","modified_gmt":"2026-05-23T12:10:43","slug":"belum-ditemukan-kasus-hantavirus-di-riau-masyarakat-diminta-tetap-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26178","title":{"rendered":"Belum Ditemukan Kasus Hantavirus di Riau, Masyarakat Diminta Tetap Waspada"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>&#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan kasus Hantavirus belum ditemukan di wilayah manapun di Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan Kepala Diskes Riau, Zulkifli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Hingga saat ini belum ada laporan terkait Hantavirus di Riau,&#8221; kata Zulkifli, Sabtu (23\/5\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Zulkifli, saat ini pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk langkah penanganan jika memang ditemukan suspek virus tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Virus ini kan mengarah pada penyakit menular, jadi memang harus kita tunggu surat edarana dari Kemenkes. Untuk bagaimana tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatifnya,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meskipun begitu, Zulkifli mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah awal dalam mencegah penyebaran virus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penularannya memang dari tikus. Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, sebagai langkah awal pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya,&#8221; kata Zulkifli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, masyarakat diminta untuk menyimpan makanan di tempat tertutup dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang ditemukan di Kapal Pesiar MV Hondius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr Andi Saguni mengatakan, kasus yang terkonfirmasi di Indonesia adalah tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPerlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,\u201d ujar dr Andi, Senin (11\/5\/2026), dikutip dari laman resmi Kemenkes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut data Kemenkes, dalam kurun 2024-2026, ditemukan 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemenkes mengatakan, kasus terkonfirmasi itu ditemukan paling banyak pada 2025 yaitu 17 kasus. Sedangkan pada 2024 hanya 1 kasus, dan pada 2026 hingga Mei sebanyak 5 kasus.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru&#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan kasus Hantavirus belum ditemukan di wilayah manapun di Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan Kepala Diskes Riau,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26179,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,37,73,57,48],"tags":[],"class_list":["post-26178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-kesehatan","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pemerintahan"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26180,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26178\/revisions\/26180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}