{"id":26157,"date":"2026-05-18T12:00:21","date_gmt":"2026-05-18T12:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26157"},"modified":"2026-05-18T12:00:21","modified_gmt":"2026-05-18T12:00:21","slug":"dinkes-monitoring-kasus-hantavirus-waspadai-penularan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26157","title":{"rendered":"Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kasus Hantavirus di wilayah Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada tiga kasus terkonfirmasi positif dan enam kasus suspek yang masih dalam monitoring ketat oleh tenaga kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,&#8221; ujar Ani, di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18\/5).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dinkes DKI, kata Ani, telah menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terhadap penyebaran penyakit Hantavirus ini. Surat edaran kewaspadaan pun telah disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Dinkes DKI juga telah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap suspek kasus Hantavirus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan,&#8221; lanjut dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ani mengingatkan Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus. Karena itu, masyarakat diminta mengenali tiga jalur utama penularan virus ini agar bisa melakukan pencegahan secara efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Masyarakat diminta agar mewaspadai saat membersihkan sarang atau tempat-tempat yang dihuni banyak tikus. Ani mengatakan, masyarakat perlu menerapkan protokol pola hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penularan penyakit ini bisa melalui\u00a0<em>inhalasi aerosol<\/em>\u00a0dari kotoran tikus, sekresi air liur, dan kencing. Jika kotoran tersebut mengering dan bercampur dengan partikel udara, maka bisa terhirup oleh manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Atau dengan kontak langsung kepada sekresi tikus yang terkontaminasi hanta atau kemudian secara langsung dengan gigitan tikus,&#8221; kata Ani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Karena itu, saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus perlu memastikan ventilasi udara dalam keadaan baik. Kotoran tikus juga perlu dibersihkan setelah disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kalau di rumah kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kasus Hantavirus di wilayah Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada tiga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26159,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,37,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-26157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-kesehatan","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":7,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26160,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26157\/revisions\/26160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}