{"id":26012,"date":"2026-05-07T09:17:54","date_gmt":"2026-05-07T09:17:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26012"},"modified":"2026-05-07T09:17:54","modified_gmt":"2026-05-07T09:17:54","slug":"pemprov-dki-hadirkan-talk-show-perempuan-berdaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=26012","title":{"rendered":"Pemprov DKI Hadirkan Talk Show Perempuan Berdaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta-Pemprov DKI Jakarta menggelar peringatan Hari Kartini dengan tema \u2018Kartini Jakarta: Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat\u2019. Kegiatan tersebut diisi <em>talk show<\/em>\u00a0atau gelar wicara inspiratif menghadirkan aktris dan\u00a0<em>sociopreneur<\/em>\u00a0Cinta Laura Kiehl serta desainer Anne Avantie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam forum tersebut, keduanya berbagi pandangan mengenai makna perempuan berdaya serta tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam kehidupan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Cinta Laura mengawali dengan refleksi bahwa dirinya tumbuh di lingkungan yang suportif dan tidak membatasi dirinya sebagai perempuan. Ia tak pernah merasa diragukan dalam hal kemampuan karena dibesarkan dalam keluarga dan sistem pendidikan yang tidak membedakan\u00a0<em>gender<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, ia menyadari kondisi tersebut bukanlah realitas yang dialami sebagian besar perempuan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTapi aku tahu bahwa itu bukan realita wanita Indonesia pada umumnya, dan itu yang membuat aku sedih. Banyak perempuan tidak tumbuh dalam lingkungan yang membuat mereka sadar bahwa mereka punya pilihan atas hidupnya sendiri,\u201d ujarnya, Kamis (7\/5).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pada kesempatan itu, Cinta juga menyoroti konstruksi sosial di Tanah Air yang membatasi perempuan berdasarkan usia dan pencapaian hidup. Menurutnya, perempuan kerap dibebani standar seperti harus tetap muda, harus menikah di usia tertentu, atau harus mencapai jabatan tertentu sebelum usia tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSeolah-olah perempuan punya tanggal kedaluwarsa. Kalau lewat usia tertentu dianggap sudah terlambat untuk banyak hal,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut tidak seharusnya menjadi acuan hidup perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201c<em>Timeline<\/em>\u00a0hidup kita tidak ditentukan orang lain, tapi kita sendiri. Yang penting bukan sekadar pencapaian di usia tertentu, tapi perjalanan yang kita jalani untuk mencapai tujuan kita,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Anne Avantie membagikan pengalaman pribadi yang menjadi titik balik kehidupannya, yakni saat sang ibu menderita kanker. Peristiwa tersebut membuatnya semakin menghargai waktu dan menjadikan hidup sebagai ruang syukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga menekankan pentingnya konsistensi karakter dalam berkarya. Di dunia fesyen, ia memilih mempertahankan identitas dirinya sebagai bagian dari\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0yang ia bangun, tanpa mengikuti arus perubahan yang menghilangkan keunikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Anne, seseorang tidak perlu selalu menjelaskan dirinya kepada orang lain. Di mana, kata dia, yang terpenting konsistensi dalam menjadi diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBerdaya itu adalah kemampuan untuk memberikan daya, sekecil apa pun, agar bisa membawa terang,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, perempuan berdaya bukan hanya soal penampilan atau status, tetapi kemampuan memberi dampak bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam mendukung pelaku usaha kecil seperti UMKM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBagaimana saya bisa berdampak, bukan soal mengubah banyak orang, tapi mengubah hal kecil menjadi mungkin lewat lingkungan terdekat,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemprov DKI Jakarta menggelar peringatan Hari Kartini dengan tema \u2018Kartini Jakarta: Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat\u2019. Kegiatan tersebut diisi talk show\u00a0atau gelar wicara inspiratif<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26013,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,110,48,40],"tags":[],"class_list":["post-26012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-parawisata","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":16,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26012"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26012\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26014,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26012\/revisions\/26014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}