{"id":25851,"date":"2026-04-24T09:17:26","date_gmt":"2026-04-24T09:17:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25851"},"modified":"2026-04-24T09:17:50","modified_gmt":"2026-04-24T09:17:50","slug":"satpol-pp-dki-usulkan-penambahan-personel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25851","title":{"rendered":"Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, memberikan tanggapan terkait beban kerja anggotanya. Ia mengatakan, keterbatasan jumlah personel merupakan kondisi riil di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Satriadi, saat ini terjadi ketimpangan antara jumlah personel dan beban tugas yang harus dijalankan. Dalam satu kelurahan, Satpol PP rata-rata hanya memiliki 7 hingga 10 anggota, padahal pengamanan dan penegakan ketertiban berlangsung selama 24 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDengan sistem pembagian tiga sif, jumlah personel di tiap sif menjadi sangat terbatas sehingga berdampak pada tingginya beban kerja yang harus ditanggung masing-masing anggota,\u201d ujarnya, Jumat (24\/4).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, kondisi idealnya satu kelurahan membutuhkan sekitar 18 hingga 20 personel agar pembagian kerja dapat berjalan lebih optimal. Dengan jumlah tersebut, setiap sif dapat diisi oleh tim yang cukup sehingga tidak terjadi kelebihan beban kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cNamun, kondisi saat ini masih jauh dari standar ideal tersebut,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait 35 personel yang meninggal dalam kurun waktu satu tahun, Satriadi menyampaikan data tersebut merupakan kondisi faktual yang disampaikan secara terbuka dalam rapat bersama DPRD DKI Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengatakan, faktor usia dan kondisi kesehatan tetap menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Saat ini, sebagian anggota bahkan telah berusia di atas 45 tahun, sehingga perlu perhatian dalam pengelolaan beban kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMemang tidak semua langsung dikaitkan dengan beban kerja, tapi kondisi kekurangan personel berpotensi memperberat tugas anggota di lapangan,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oleh karena itu, sambung Satriadi, diperlukan langkah strategis untuk meringankan beban tersebut. Satriadi menyampaikan, Satpol PP DKI Jakarta mengusulkan penambahan jumlah personel dengan usia yang lebih muda sebagai langkah antisipasi ke depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat ini, total personel yang tersedia sekitar 5.000 orang, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 personel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cUsulan tersebut telah disampaikan dan diharapkan dapat menjadi perhatian dalam pembahasan ke depan,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, memberikan tanggapan terkait beban kerja anggotanya. Ia mengatakan, keterbatasan jumlah personel merupakan kondisi riil di lapangan. Dikatakan Satriadi,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25853,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,53,48],"tags":[],"class_list":["post-25851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":5,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25851"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25852,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25851\/revisions\/25852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}