{"id":25734,"date":"2026-04-14T16:33:27","date_gmt":"2026-04-14T16:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25734"},"modified":"2026-04-14T16:33:27","modified_gmt":"2026-04-14T16:33:27","slug":"disdik-riau-larang-perpisahan-sekolah-di-hotel-khawatir-bebani-orang-tua-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25734","title":{"rendered":"Disdik Riau Larang Perpisahan Sekolah di Hotel, Khawatir Bebani Orang Tua Siswa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Pekanbaru- Sejumlah sekolah di Riau mulai menunjukkan contoh positif dalam pelaksanaan perpisahan siswa. Salah satunya SMA Plus yang menggelar kegiatan di lingkungan sekolah secara sederhana namun tetap berlangsung khidmat dan penuh makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau pun kembali mengingatkan seluruh SMA\/SMK negeri dan SLB agar tidak menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi orang tua dari beban biaya tambahan yang tidak sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDi tengah kondisi ekonomi saat ini, kita juga sedang mendorong efisiensi. Jadi sebaiknya hindari kegiatan perpisahan yang terkesan berlebihan. Bukan dilarang, silakan tetap dilaksanakan, tapi cukup sederhana di sekolah, yang penting maknanya tetap ada,\u201d ujarnya, Selasa (14\/4\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Erisman, pihaknya selama ini menerima banyak keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan, terutama jika kegiatan dilaksanakan di hotel dengan berbagai kebutuhan tambahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menilai, pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru lebih memiliki nilai emosional dan kedekatan bagi siswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Erisman juga mencontohkan kegiatan di SMA Plus yang digelar di halaman sekolah dan berlangsung dengan suasana yang tetap khidmat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKemarin saya sempat hadir di SMA Plus, perpisahannya dilakukan di halaman sekolah. Suasananya sangat baik, tertib, dan tetap terasa sakral. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, kegiatan di hotel umumnya memicu biaya tinggi karena adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua melalui iuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBanyak orang tua sebenarnya merasa keberatan, tapi memilih tidak menyampaikan secara terbuka karena tidak ingin terjadi polemik dengan sekolah atau komite,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Disdik Riau menilai, perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Justru, konsep sederhana di sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru- Sejumlah sekolah di Riau mulai menunjukkan contoh positif dalam pelaksanaan perpisahan siswa. Salah satunya SMA Plus yang menggelar kegiatan di lingkungan sekolah secara sederhana<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25735,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,48,38],"tags":[],"class_list":["post-25734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":9,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25734"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25734\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25736,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25734\/revisions\/25736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}