{"id":25695,"date":"2026-04-11T14:13:34","date_gmt":"2026-04-11T14:13:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25695"},"modified":"2026-04-11T14:13:34","modified_gmt":"2026-04-11T14:13:34","slug":"hadiri-lebaran-betawi-2026-pram-ajak-perkuat-nilai-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25695","title":{"rendered":"Hadiri Lebaran Betawi 2026, Pram Ajak Perkuat Nilai Budaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan dan mengajak semua elemen untuk memperkuat nilai budaya Betawi sebagai identitas utama kota Jakarta yang senantiasa hidup di tengah perubahan peradaban.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ajakan itu diserukan Pram saat membuka dan memberi sambutan dalam acara Lebaran Betawi 2026\u00a0di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11\/4).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Pram, Lebaran Betawi yang diinisiasi Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan Majelis Kaum Betawi (MKB) ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam menjaga, merawat, melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman Kota Jakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang penuh kehangatan dan persaudaraan,&#8221; ujar Pram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam tradisi Betawi, ujar Pram, kita diajak saling memaafkan terutama kepada orang tua dan sesepuh. Mengajak anak- cucu berkeliling mengenal keluarga hingga membiasakan nyorok atau membawa hantaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Berbagai tradisi inilah yang menjadi cara masyarakat Betawi menanamkan adab, mempererat ikatan antara generasi dan merawat warisan leluhur agar hidup di sepanjang zaman,&#8221; ungkapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pram menambahkan, kota Jakarta mendapat kado spesial meraih juara kedua sebagai kota teraman se- Asean. Hal ini tidak mungkin tercapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahim dan persatuan yang dijaga bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sebagai Daerah Khusus, kota Jakarta juga memiliki identitas kultur dan sejarah yang tidak mungkin lepas dari kaum Betawi,&#8221; tukasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oleh karena itu, sambung Pram, mengenal budaya Betawi tidak cukup dari kesenian, budaya dan kuliner.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemprov DKI telah memutuskan akan merevitalisasi Museum MH Thamrin di kawasan Kenari, Jakarta Pusat, menjadi ikon baru Jakarta sebagai bentuk penghormatan besar yang telah memberikan kemajuan kota ini,&#8217; tuturnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara, Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo, menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemprov dan DPRD DKI Jakarta yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Dengan tema Lebaran Betawi untuk Jakarta Memperkokoh Persatuan, Merawat Tradisi Menuju Kota Global, kegiatan ini\u00a0tidak sekadar ajang Halal Bihalal, tapi juga menghadirkan ruang inklusif bagi masyarakat Jakarta untuk menikmati keberagaman atraksi budaya dan hiburan khas Betawi,&#8217; pungkasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan dan mengajak semua elemen untuk memperkuat nilai budaya Betawi sebagai identitas utama kota Jakarta yang senantiasa hidup di tengah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25696,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,53,48,43],"tags":[],"class_list":["post-25695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-religi"],"views":14,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25697,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25695\/revisions\/25697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}