{"id":25653,"date":"2026-04-07T15:13:38","date_gmt":"2026-04-07T15:13:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25653"},"modified":"2026-04-07T15:14:49","modified_gmt":"2026-04-07T15:14:49","slug":"resmi-pemprov-riau-dan-kementerian-lh-teken-mou-pengolahan-sampah-jadi-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25653","title":{"rendered":"Resmi! Pemprov Riau dan Kementerian LH Teken MoU Pengolahan Sampah Jadi Listrik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u2013 Plt Gubernur Riau SF Hariyanto\u00a0menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi energi di provinsi Riau. Hal tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Pekanbaru Raya, Senin (7\/4\/2026) di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilakukan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, melibatkan sejumlah kepala daerah lain di Riau, yakni Bupati Siak, Bupati Pelalawan, Bupati Kampar, Bupati Bengkalis dan Walikota Pekanbaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Plt Gubri menyebut, kerja sama ini menjadi langkah besar dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah terutama di Kota Pekanbaru, dari sekadar beban menjadi sumber energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cInsyaallah, perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru,\u201d sebutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan, ke depan sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, melainkan sebagai potensi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat luas apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi sumber daya yang jika dikelola dengan teknologi tepat, bisa memberikan manfaat balik bagi masyarakat,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Plt Gubri, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten\/kota dalam proyek ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah berencana membangun fasilitas PSEL atau\u00a0<em>waste to energy<\/em>\u00a0(WtE) Pekanbaru Raya yang akan berlokasi di Kabupaten Kampar. Fasilitas ini nantinya akan melayani pengolahan sampah dari sejumlah daerah di kawasan aglomerasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa timbulan sampah di kawasan Pekanbaru Raya saat ini mencapai hampir 2.000 ton per hari. Kondisi tersebut dinilai sudah mendesak untuk ditangani dengan pendekatan teknologi yang lebih modern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDengan timbulan sampah yang mencapai hampir 2.000 ton per hari, pendekatan\u00a0<em>waste to energy<\/em>\u00a0menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi bersih,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menegaskan, pembangunan PSEL merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah perkotaan yang semakin kompleks. Selain itu, percepatan pembangunan fasilitas ini juga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hanif juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan penghentian praktik open dumping di seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) pada tahun 2026. Saat ini, sekitar 66 persen TPA di Indonesia masih menggunakan sistem tersebut. \u201cKita dorong perubahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk penghentian open dumping di seluruh Indonesia pada 2026,\u201d tutupnya.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u2013 Plt Gubernur Riau SF Hariyanto\u00a0menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi energi di provinsi Riau. Hal tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25654,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,119,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-25653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":11,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25653"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25653\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25655,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25653\/revisions\/25655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}