{"id":25606,"date":"2026-04-01T13:26:14","date_gmt":"2026-04-01T13:26:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25606"},"modified":"2026-04-01T13:26:14","modified_gmt":"2026-04-01T13:26:14","slug":"tni-berhasil-amankan-puluhan-ton-bawang-dan-cabai-ilegal-dari-kepri-di-inhil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25606","title":{"rendered":"TNI Berhasil Amankan Puluhan Ton Bawang dan Cabai Ilegal dari Kepri di Inhil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru-<\/b>\u00a0Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX\/Tuanku Tambusai (TT) berhasil melakukan tindakan pengamanan terhadap satu unit kapal motor yang mengangkut puluhan ton bawang merah dan cabai kering ilegal di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (31\/3\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Komoditas tersebut diamankan karena tidak memiliki dokumen karantina resmi sebagai syarat wajib lalu lintas komoditas pertanian antarwilayah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Operasi pengamanan dilakukan oleh 15 personel Deninteldam XIX\/TT di bawah pimpinan Kapten Arh. Tumpal Purba (Danpok Bansus) dan Kapten Inf. Frinsen Simanjuntak (Dan BKI-E).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berhasil diamankan Kapal Motor (KM) Anisa 89 GT 33 No. 396 saat sedang berlabuh di Pelabuhan Rakyat, Jalan Gerilya Parit 6, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan pemeriksaan awal pada pukul 14.15 WIB, kapal yang berlayar dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tersebut ditemukan membawa muatan bawang merah campuran dan cabai kering tanpa dilengkapi sertifikasi kesehatan tumbuhan dari badan karantina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Komandan Deninteldam XIX\/TT, Letkol Infanteri Rahim Cahyadi, melalui Kapten Tumpal Purba, menjelaskan bahwa terdapat indikasi ketidaksesuaian jumlah muatan antara manifest kapal dengan fakta di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Adapun manifest Kapal, Mencantumkan muatan sebesar 32 ton dan berdasarkan pemeriksaan fisik, muatan diduga mencapai 50 hingga 60 ton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah pemeriksaan di lokasi rampung, kapal diarahkan menuju Pelabuhan 2 Sekawan di Jalan Gerilya Parit 8 untuk proses bongkar muat. Seluruh barang bukti kemudian diserahkan ke gudang Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Riau Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Tembilahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemeriksa Karantina Tumbuhan Tembilahan, Izma, memastikan bahwa seluruh komoditas ilegal tersebut akan dimusnahkan guna mencegah potensi penyebaran hama penyakit tumbuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Seluruh barang bukti akan dirusak setelah proses administrasi dan pembuatan berita acara selesai. Pemusnahan dijadwalkan pada Kamis, 2 April 2026,&#8221; tegas Izma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Keberhasilan operasi ini menunjukkan komitmen Kodam XIX\/Tuanku Tambusai melalui Deninteldam dalam memperketat pengawasan di jalur-jalur non-prosedural seperti pelabuhan rakyat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hingga saat ini, proses hukum dan administrasi terus dikoordinasikan dengan instansi terkait guna mencegah praktik penyelundupan serupa di wilayah hukum Provinsi Riau.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru-\u00a0Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX\/Tuanku Tambusai (TT) berhasil melakukan tindakan pengamanan terhadap satu unit kapal motor yang mengangkut puluhan ton bawang merah dan cabai kering<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25607,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,73,57,51,49],"tags":[],"class_list":["post-25606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-peristiwa","category-tni"],"views":49,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25608,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25606\/revisions\/25608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}