{"id":25361,"date":"2026-03-12T11:04:48","date_gmt":"2026-03-12T11:04:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25361"},"modified":"2026-03-12T11:04:48","modified_gmt":"2026-03-12T11:04:48","slug":"pam-jaya-kembangkan-teknologi-baru-pengelolaan-air-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25361","title":{"rendered":"PAM Jaya Kembangkan Teknologi Baru Pengelolaan Air di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLinenews<\/strong>-Jakarta-Perumda PAM Jaya tengah mengembangkan inovasi teknologi untuk memproduksi air minum dengan menangkap uap air dari atmosfer. Teknologi ini direncanakan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas <em>water hub<\/em>\u00a0yang akan ditempatkan di sejumlah titik di kawasan Sudirman\u2013Thamrin, Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mitra strategis internasional, termasuk dari Swiss.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyebut, investor dan tenaga ahli asing menunjukkan minat besar untuk berinvestasi sekaligus membawa teknologi baru dalam pengelolaan air di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Arief menjelaskan, teknologi tersebut bekerja dengan menangkap partikel air yang terdapat di udara, kemudian mengolahnya menjadi air yang layak diminum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBerbeda dengan sumber air konvensional seperti sungai atau waduk, teknologi ini tidak membutuhkan sumber air baku,\u201d ungkapnya, Kamis (12\/3).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyampaikan, alat tersebut mampu menghasilkan air minum langsung atau\u00a0<em>drinkable<\/em>\u00a0water dengan cara memanfaatkan kandungan uap air yang ada di atmosfer. Bahkan, teknologi ini disebut bekerja lebih optimal dalam kondisi cuaca panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">PAM Jaya berencana menempatkan perangkat tersebut dalam fasilitas yang disebut water hub atau water station di sepanjang kawasan Sudirman\u2013Thamrin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cNantinya, masyarakat dapat langsung mengakses air minum secara gratis dari fasilitas tersebut,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, prinsip kerja teknologi tersebut sebenarnya juga seperti proses kondensasi pada pendingin ruangan atau AC. Dalam proses tersebut, uap air di udara ditangkap lalu dikondensasikan hingga menghasilkan air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun pada teknologi yang akan digunakan PAM Jaya, prosesnya dilakukan secara lebih khusus untuk menangkap kandungan air di atmosfer dalam skala yang lebih besar. Air yang dihasilkan dapat langsung diminum oleh masyarakat tanpa perlu pengolahan tambahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rencana pembangunan water hub saat ini masih dalam proses perizinan dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut, persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta serta instansi terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah diperoleh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPembangunan fasilitas tersebut dapat segera dimulai pada tahun ini. Targetnya, proses peletakan batu pertama atau\u00a0<em>groundbreaking<\/em>\u00a0dapat dilakukan pada pertengahan tahun 2026,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, selain untuk kebutuhan perkotaan, PAM Jaya juga menyiapkan versi\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0dari teknologi tersebut. Perangkat\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0ini nantinya dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk menghasilkan air minum di lokasi yang tidak memiliki sumber air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ditambahkan Arief, konsep ini mirip dengan\u00a0<em>water treatment plant<\/em>\u00a0(WTP) mobile yang sebelumnya pernah dikirim PAM Jaya ke Aceh untuk membantu pengolahan air. Namun berbeda dengan WTP yang masih membutuhkan air sungai sebagai bahan baku, perangkat\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0berbasis atmosfer dapat langsung menghasilkan air dari udara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaat ini PAM Jaya telah melakukan pemesanan perangkat tersebut dan sedang dalam tahap kerja sama dengan penyedia teknologi. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, teknologi ini ditargetkan tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa kami tunjukkan kepada gubernur untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLinenews-Jakarta-Perumda PAM Jaya tengah mengembangkan inovasi teknologi untuk memproduksi air minum dengan menangkap uap air dari atmosfer. Teknologi ini direncanakan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25362,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,53,48],"tags":[],"class_list":["post-25361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":50,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25363,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25361\/revisions\/25363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}