{"id":25194,"date":"2026-02-27T09:49:48","date_gmt":"2026-02-27T09:49:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25194"},"modified":"2026-02-27T09:49:48","modified_gmt":"2026-02-27T09:49:48","slug":"harimau-muncul-di-dermaga-pt-spa-serapung-pelalawan-seorang-pencari-kayu-jadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25194","title":{"rendered":"Harimau Muncul di Dermaga PT SPA Serapung Pelalawan, Seorang Pencari Kayu Jadi Korban"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Pelalawan<\/strong>\u00a0&#8211; Seorang pencari kayu bernama Kohai (32), warga Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, selamat dari serangan harimau Sumatera saat berada di Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Rabu (25\/2\/2026) malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meskipun selamat, korban yang sempat digigit mengalami luka robek di bagian belakang kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPeristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di area dermaga perusahaan yang berada di Kecamatan Kuala Kampar,\u201d kata Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Onel, SH MH, Jumat (27\/2).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Serangan harimau itu terjadi saat korban sedang beristirahat di atas tabut atau perahu pompong yang bersandar di dermaga setelah tidak dapat melanjutkan perjalanan ke hutan Desa Serapung untuk mencari kayu crocok karena kondisi air surut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut keterangan saksi dan korban, sebelum kejadian, persisnya pada Rabu (24\/2\/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Kohai bersama sejumlah rekannya, yakni Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, berangkat menggunakan tabut menuju kawasan hutan. Namun, karena kondisi air sungai sedang surut, rombongan memutuskan bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung, menunggu air pasang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat korban sedang beristirahat sekitar pukul 23.30 WIB di atas pompong, seekor harimau Sumatera tiba-tiba muncul dari arah daratan dan semak-semak di sekitar dermaga dan langsung menerkam bagian belakang kepala korban hingga menyebabkan luka robek cukup serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Harimau tersebut berhenti menyerang setelah rekan korban, Wiwik (41), yang berada di atas pompong lain tidak jauh dari lokasi spontan berteriak meminta pertolongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mendengar suara teriakan minta tolong, petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung langsung menuju lokasi membantu mengevakuasi korban dari atas pompong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaksi-saksi langsung membawa korban ke Pos P3K PT SPA Serapung untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis perusahaan. Selanjutnya, dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,\u201d kata Rian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">AKP Rian mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mendata para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mendata saksi-saksi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pelalawan\u00a0&#8211; Seorang pencari kayu bernama Kohai (32), warga Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, selamat dari serangan harimau Sumatera saat berada di Dermaga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25195,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,119,57,51],"tags":[],"class_list":["post-25194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-peristiwa"],"views":59,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25194"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25196,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25194\/revisions\/25196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}