{"id":25152,"date":"2026-02-25T06:36:05","date_gmt":"2026-02-25T06:36:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25152"},"modified":"2026-02-25T06:36:05","modified_gmt":"2026-02-25T06:36:05","slug":"bpbd-ingatkan-potensi-rob-di-12-wilayah-pesisir-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25152","title":{"rendered":"BPBD Ingatkan Potensi Rob di 12 Wilayah Pesisir Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi mulai 25 Februari sampai 1 Maret 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan Perigee.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, fenomena tersebut dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMasyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut. Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,\u201d ujarnya, Rabu (25\/2).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyampaikan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 05.00\u201309.00 WIB, dengan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca serta dinamika air laut yang bisa berubah cepat. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat puncak pasang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah seperti Peringatan Dini Gelombang Pasang di\u00a0<em>bpbd.jakarta.go.id\/gelombanglaut<\/em>, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs\u00a0<em>pantaubanjir.jakarta.go.id<\/em>\u00a0untuk memperoleh pembaruan kondisi secara\u00a0<em>real-time<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cLayanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi mulai 25 Februari sampai 1 Maret 2026.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25153,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,50],"tags":[],"class_list":["post-25152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-lingungan"],"views":29,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25152"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25154,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25152\/revisions\/25154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}