{"id":25103,"date":"2026-02-21T14:55:05","date_gmt":"2026-02-21T14:55:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25103"},"modified":"2026-02-21T14:55:05","modified_gmt":"2026-02-21T14:55:05","slug":"tarawih-satu-juz-semalam-masjid-raya-senapelan-pekanbaru-ikhtiar-khatam-alquran-di-akhir-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25103","title":{"rendered":"Tarawih Satu Juz Semalam, Masjid Raya Senapelan Pekanbaru Ikhtiar Khatam Alquran di Akhir Ramadan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>&#8211; Suasana Ramadan di Masjid Raya Senapelan Pekanbaru terasa semakin khusyuk dengan pelaksanaan salat tarawih satu juz dalam satu malam. Langkah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah yang ingin meraih pengalaman spiritual lebih mendalam selama bulan suci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan ibadah tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak malam pertama Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAlhamdulillah, kami melakukan tarawih dengan satu juz pada satu malam,\u201d katanya di Pekanbaru, Sabtu (21\/02\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan dengan pola tersebut, jemaah yang konsisten mengikuti salat tarawih setiap malam berkesempatan menuntaskan bacaan 30 juz Alquran hingga penghujung Ramadan. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para jemaah untuk tidak melewatkan satu malam pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJadi dengan begitu, kalau kita mengikuti setiap malam tarawih artinya hingga ke malam terakhir sudah bisa khatam Alquran bersama. Untuk hari ini, kita sudah masuk juz ke-4,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelaksanaan tarawih dilakukan sebanyak 23 rakaat termasuk witir. Meski terbilang panjang, suasana tetap terjaga khusyuk dan tertib. Jemaah tampak larut dalam lantunan ayat suci yang menggema di seluruh sudut masjid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satu keistimewaan tarawih adalah kehadiran imam asal Yaman, Syekh Bassam Hadi. Sosok imam dengan latar belakang pendidikan Alquran yang kuat tersebut menjadi magnet spiritual bagi para jemaah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cYa tentu 23 rakaat tarawih dan witir, beruntungnya lagi imam kita Syekh Bassam Hadi. Beliau berasal dari Yaman dan memiliki sanad tertinggi dalam membaca Alquran, tentu kita semakin khusyuk mendengar suara merdunya,\u201d tutur H Juli Usman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, masjid ini juga mempunyai program kuliah subuh yang menghadirkan para dai dan ustaz ternama di Pekanbaru dengan berbagai tema yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Rangkaian dirangkum dengan pembacaan ta\u2019asin dan ayat suci Alquran secara berjemaah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSetiap hari di bulan Ramadan, setelah Salat Subuh kita adakan kuliah subuh. Tentu kita hadirkan dengan ustaz pilihan di Kota Pekanbaru. Tujuannya tentu saja untuk semakin memperkuatkan ukhuwah islamiyah kita. Setelah itu, kita juga membaca ta&#8217;asin dan ayat Alquran bersama yang dipimpin Syekh Bassam Hadi.\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru&#8211; Suasana Ramadan di Masjid Raya Senapelan Pekanbaru terasa semakin khusyuk dengan pelaksanaan salat tarawih satu juz dalam satu malam. Langkah ini menjadi daya tarik<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25104,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,43],"tags":[],"class_list":["post-25103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-religi"],"views":44,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25105,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25103\/revisions\/25105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}