{"id":25088,"date":"2026-02-20T14:54:42","date_gmt":"2026-02-20T14:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25088"},"modified":"2026-02-20T14:54:42","modified_gmt":"2026-02-20T14:54:42","slug":"bakal-jadi-ikon-baru-jakarta-revitalisasi-taman-semanggi-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=25088","title":{"rendered":"Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Revitalisasi Taman Semanggi Dimulai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama atau <em>groundbreaking<\/em>\u00a0proyek revitalisasi Taman Semanggi di Jakarta Selatan, Jumat (20\/2).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Taman Semanggi ini diproyeksikan menjadi etalase baru sekaligus ikon ruang publik hijau yang modern bagi Jakarta menyambut usianya yang ke-500 pada 2027 mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Mulai dengan hari ini sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi,&#8221; ujar Pramono di lokasi acara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap gagasan besar Bung Karno pada 1962. Empat helai daun Semanggi yang melambangkan fungsi, konektivitas, transformasi, serta estetika, kini akan diperkuat melalui konsep regenerasi yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemerintah DKI Jakarta ingin tempat ini betul-betul menjadi tempat yang ikonik, tempat yang semua orang bisa memanfaatkan dengan baik,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Taman Semanggi memiliki luas sekitar 6,5 hektare yang tersebar di empat sisi Simpang Susun Semanggi. Selama ini, kawasan tersebut cenderung bersifat pasif dan terfragmentasi oleh padatnya arus lalu lintas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Melalui revitalisasi, kawasan tersebut akan diubah menjadi ruang publik aktif dan menjadi ruang konektivitas untuk mempermudah mobilitas dan aktivitas masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pembangunan Taman Semanggi ini untuk mengaktivasi kembai berbagai fasilitas publik seperti area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal tanpa mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Bagi siapapun apakah itu dalam kelompok, apapun, bisa memanfaatkan tempat ini,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Revitalisasi taman ini ditargetkan berlangsung selama 18 bulan dan direncanakan selesai pada Juni 2027, sekaligus menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang ke-500. Pembangunannya membutuhkan biaya sekitar Rp134 miliar menggunakan dana non-APBD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Proyek ini dijalankan berkolaborasi dengan pihak swasta, melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tentunya bagi siapapun yang kemudian mengubah tempat ini, mitra kami mengeluarkan dana cukup besar Rp134 miliar, harus juga kemudian mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik,&#8221; tandas Pramono.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking\u00a0proyek revitalisasi Taman Semanggi di Jakarta Selatan, Jumat (20\/2). Taman Semanggi ini diproyeksikan menjadi etalase<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25089,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-25088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":74,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25090,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25088\/revisions\/25090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}