{"id":24901,"date":"2026-02-06T08:26:51","date_gmt":"2026-02-06T08:26:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24901"},"modified":"2026-02-06T08:28:59","modified_gmt":"2026-02-06T08:28:59","slug":"perencanaan-pembangunan-harus-fokus-pada-keadilan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24901","title":{"rendered":"Perencanaan Pembangunan Harus Fokus pada Keadilan Sosial"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menegaskan, pengurangan ketimpangan sosial dan kemiskinan masih menjadi tantangan dalam perencanaan pembangunan DKI Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk itu, ia menilai, seluruh program pembangunan daerah harus diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2045.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMemang tantangan kita ke depan, khususnya pada 2027, adalah bagaimana mengurangi ketimpangan sosial dan kemiskinan di Jakarta. Karena itu, perencanaan pembangunan harus benar-benar selaras dengan RPJMN nasional dan RPJMD hingga 2045,\u201d ujar Yuke, Jumat (6\/2).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut, Yuke menekankan pentingnya penyesuaian sejumlah program Pemprov DKI dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama pada sektor pembangunan infrastruktur kota, pendidikan, dan kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengapresiasi capaian pembangunan Jakarta yang dinilai terus menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Yuke mengingatkan bahwa persoalan ketimpangan sosial dan kesenjangan antargenerasi masih cukup signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSecara umum pembangunan DKI Jakarta cenderung membaik. Namun, pada aspek ketimpangan sosial dan kesenjangan antargenerasi, kondisinya masih cukup timpang,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Yuke berharap, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2027 dapat memuat target yang lebih konkret, khususnya dalam upaya menurunkan ketimpangan sosial dan kemiskinan ekstrem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga mengingatkan pentingnya penentuan skala prioritas dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, di samping fokus pada pembangunan dan infrastruktur kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTantangan kita tentu pada kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil. Karena itu, perlu dicermati betul mana program yang menjadi prioritas,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain pembangunan fisik, Yuke menambahkan bahwa sektor-sektor mendasar seperti kesehatan, pendidikan, serta layanan dasar lainnya juga harus menjadi perhatian dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Komisi D DPRD DKI Jakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembangunan kota agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami akan memaksimalkan dukungan yang bisa diberikan. Mudah-mudahan kondisi fiskal juga membaik, sehingga program pembangunan DKI Jakarta pada 2027 dapat terealisasi sesuai target,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menegaskan, pengurangan ketimpangan sosial dan kemiskinan masih menjadi tantangan dalam perencanaan pembangunan DKI Jakarta. Untuk itu, ia<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24903,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29],"tags":[],"class_list":["post-24901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi"],"views":54,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24901"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24902,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24901\/revisions\/24902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}