{"id":24814,"date":"2026-02-01T05:38:52","date_gmt":"2026-02-01T05:38:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24814"},"modified":"2026-02-01T05:38:52","modified_gmt":"2026-02-01T05:38:52","slug":"kolaborasi-pemprov-dki-youtube-perkuat-pendidikan-dan-kesehatan-mental-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24814","title":{"rendered":"Kolaborasi Pemprov DKI-YouTube Perkuat Pendidikan dan Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"<div class=\"clearfix\">\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung penuh program kolaborasi antara Pemprov DKI dan YouTube dalam memperkuat sektor pendidikan, kesehatan mental, serta literasi media melalui peluncuran program Anak dan Keluarga Sigap Digital (AKSI).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Farah menyampaikan, sejumlah masukan agar program tersebut dapat berjalan secara produktif dan efektif. Menurutnya, hal utama yang perlu diperhatikan adalah bentuk intervensi yang dilakukan untuk memastikan target program benar-benar tercapai.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMisalnya, apakah anak-anak mendapatkan pembekalan secara berkala, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk para guru,\u201d ujar Farah, Sabtu (31\/1).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, Farah juga mendorong agar program AKSI dapat dipertimbangkan sebagai muatan lokal atau materi khusus yang diterapkan di Jakarta. Ia menilai, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pionir dalam pengembangan kebijakan dan program pendidikan di tingkat nasional.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap, program ini membuka peluang kolaborasi dengan berbagai platform digital lainnya, tidak hanya terbatas pada YouTube. Menurutnya, platform seperti TikTok dan Instagram memiliki jangkauan yang lebih cepat dan luas di kalangan anak-anak dan remaja.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di sisi lain, ia menekankan, pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari platform digital terhadap batasan usia pengguna. Hal tersebut penting untuk mencegah anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai umur atau tidak layak ditampilkan, seperti konten yang mengandung unsur kekerasan, violence, maupun\u00a0<i>bullying<\/i>.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPengawasan ini sangat penting, mengingat masih maraknya kasus yang terjadi di lingkungan sekolah, baik yang melibatkan guru maupun antar sesama murid,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemprov DKI dan YouTube mencakup pelatihan pembuatan konten edukatif yang telah dimulai di SMK Negeri 27 Jakarta, serta pembekalan isu kesehatan mental bagi sekitar 2.500 guru dan remaja.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Program AKSI sendiri bertujuan memberdayakan ekosistem sekolah dan keluarga di Jakarta agar mampu menjelajahi dunia digital secara aman, produktif, dan bertanggung jawab, sejalan dengan visi dan misi pembangunan karakter daerah.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendukung penuh program kolaborasi antara Pemprov DKI dan YouTube dalam memperkuat sektor pendidikan, kesehatan mental, serta literasi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24815,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,37,73,53,48,38],"tags":[],"class_list":["post-24814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-kesehatan","category-komunikasi","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":26,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24816,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814\/revisions\/24816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}