{"id":24578,"date":"2026-01-19T06:06:19","date_gmt":"2026-01-19T06:06:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24578"},"modified":"2026-01-19T06:06:19","modified_gmt":"2026-01-19T06:06:19","slug":"program-sedekan-minyak-jelantah-digencarkan-di-kebayoran-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24578","title":{"rendered":"Program Sedekan Minyak Jelantah Digencarkan di Kebayoran Baru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>Teropongtimeindonesia<\/b>-Jakarta-Sebanyak 50 liter minyak jelantah (Mijel) berhasil dikumpulkan dalam program Sedekah Minyak Jelantah yang diadakan di Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya air, akibat pembuangan minyak goreng bekas secara sembarangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Camat Kebayoran Baru, Iwan K Santoso, mengatakan, kegiatan pengumpulan Mijel ini sejalan dengan arahan Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Minyak jelantah ini dikumpulkan dari para pegawai di Kecamatan Kebayoran Baru, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan,&#8221; ujarnya, Senin (19\/1).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Iwan berharap, seluruh pegawai di lingkungan Kecamatan Kebayoran Baru dapat berpartisipasi aktif dengan menyerahkan Mijel, minimal dari hasil rumah tangga masing-masing.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga meminta agar Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru dapat membantu menyosialisasikan program ini kepada para pedagang agar tidak membuang minyak goreng bekas sembarangan dan dapat mengumpulkannya untuk disetorkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Alhamdulillah, meskipun belum maksimal, hari ini telah terkumpul empat jeriken Mijel atau sekitar 50 liter,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menuturkan, dalam pelaksanaan program ini, Kecamatan Kebayoran Baru bekerja sama dengan Rumah Sosial Kutub. Mijel yang terkumpul nantinya akan diolah sehingga memiliki nilai ekonomi dan Hasilnya akan menjadi pemasukan atau dana kas yang dikelola oleh TP PKK Kecamatan Kebayoran Baru.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Nantinya dana tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, seperti membantu pemenuhan gizi di Posyandu dan kebutuhan sosial lainnya,&#8221; bebernya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Iwan memastikan, program ini ke depan tidak hanya terbatas pada pegawai di lingkungan kecamatan, tetapi juga akan diperluas hingga tingkat RT dan RW.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat mengumpulkan minyak jelantah di wilayah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semoga program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan\u00a0dan juga bagi masyarakat,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongtimeindonesia-Jakarta-Sebanyak 50 liter minyak jelantah (Mijel) berhasil dikumpulkan dalam program Sedekah Minyak Jelantah yang diadakan di Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Program ini bertujuan mengurangi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24579,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,37,73,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-24578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-kesehatan","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":63,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24580,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24578\/revisions\/24580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}