{"id":24414,"date":"2026-01-10T08:15:38","date_gmt":"2026-01-10T08:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24414"},"modified":"2026-01-10T08:15:38","modified_gmt":"2026-01-10T08:15:38","slug":"detik-detik-menegangkan-zulfikar-bertemu-harimau-sumatera-jarak-4-meter-di-kebun-sawit-siak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24414","title":{"rendered":"Detik-detik Menegangkan Zulfikar Bertemu Harimau Sumatera Jarak 4 Meter di Kebun Sawit Siak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Siak<\/strong>\u00a0&#8211; Seorang warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatera di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Saksi menyebutkan perjumpaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis (8\/1).<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-24417\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/detik-detik-menegangkan-zulfikar-be-1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/detik-detik-menegangkan-zulfikar-be-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/detik-detik-menegangkan-zulfikar-be-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/detik-detik-menegangkan-zulfikar-be-1-420x280.jpg 420w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/detik-detik-menegangkan-zulfikar-be-1.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10\/1), menjelaskan tim telah dikirim ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan kondisi di lapangan dan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9\/1) menemukan jejak harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, tepatnya di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur,\u201d kata Ujang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ujang menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi, diketahui saksi bernama Zulfikar saat itu dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, dalam perjalanan tersebut, Zulfikar tiba-tiba merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaksi awalnya menduga sorot mata itu milik sapi,\u201d jelas Ujang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah mengarahkan lampu senter ke arah sorot mata tersebut, Zulfikar melihat seekor Harimau Sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam kondisi ketakutan, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Artinya, jelas Ujang, tidak benar adanya informasi yang menyebut warga diterkam harimau. Pihaknya telah mengonfirmasi sejumlah kabar yang sempat keliru beredar di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera. Selain itu, sapi yang dilepas juga tidak berada di area perjumpaan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak Harimau Sumatera yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBerdasarkan temuan tersebut, tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu,\u201d kata Ujang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Atas temuan tersebut, tim BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTim meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera,\u201d pesannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak untuk mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia di wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJika masyarakat mendapatkan informasi terbaru terkait keberadaan satwa, segera laporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas,\u201d tambah Ujang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Siak\u00a0&#8211; Seorang warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatera di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Saksi menyebutkan perjumpaan tersebut terjadi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24416,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,143,73,119,57],"tags":[],"class_list":["post-24414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-flora-dan-fauna","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru"],"views":82,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24418,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24414\/revisions\/24418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}