{"id":24299,"date":"2026-01-02T11:51:57","date_gmt":"2026-01-02T11:51:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24299"},"modified":"2026-01-02T11:51:57","modified_gmt":"2026-01-02T11:51:57","slug":"petugas-gercep-beri-perlindungan-sosial-anak-diduga-ditinggal-ayah-di-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24299","title":{"rendered":"Petugas Gercep Beri Perlindungan Sosial Anak Diduga Ditinggal Ayah di Pasar"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>&#8211; -Jakarta-Seorang anak laki-laki bernama Noval (6) yang diduga ditinggalkan ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, pada Kamis (1\/1) malam, kini telah mendapatkan perlindungan sosial dan penanganan dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.<\/span><\/div>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Kebayoran Lama, Dian Citra mengatakan, Noval ditemukan petugas sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah ditemukan, petugas langsung meminta keterangan kepada anak tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Anak itu mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat dan dibawa ayahnya bernama Oki menggunakan mobil menuju Pasar Kebayoran Lama. Ayahnya mengatakan ingin membeli rokok sebentar, namun hingga lebih dari lima jam tidak kembali,&#8221; ujarnya, Jumat (2\/1).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menuturkan, karena membutuhkan makan, mandi, dan istirahat, petugas kemudian membawa Noval untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kondisi Noval dalam keadaan sehat. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Polsek dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan agar anak bisa kembali bertemu dengan keluarganya. Alhamdulillah, kasus ini sudah ditangani dengan baik,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan menambahkan, Noval sudah dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan lanjutan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, Noval akan mendapatkan pendampingan psikologis atau trauma healing, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan pakaian, hingga dijemput oleh keluarganya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Informasi mengenai anak ini sudah beredar luas di media sosial. Kami berharap orang tua atau keluarga Noval segera datang untuk menjemputnya,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews&#8211; -Jakarta-Seorang anak laki-laki bernama Noval (6) yang diduga ditinggalkan ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, pada Kamis (1\/1) malam, kini telah mendapatkan perlindungan sosial dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24300,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"views":71,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24299"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24303,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24299\/revisions\/24303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}